Zona Ekonomi Semarang dan Nyi Ageng Serang

- Rabu, 13 April 2022 | 10:32 WIB
Foto tiga pria dalam lukisan Raden Saleh dengan tema protes penahanan Pangeran DiponeFoto tiga pria dalam lukisan Raden Saleh tema protes penahanan Pangeran Diponegoro  (Cabe)
Foto tiga pria dalam lukisan Raden Saleh dengan tema protes penahanan Pangeran DiponeFoto tiga pria dalam lukisan Raden Saleh tema protes penahanan Pangeran Diponegoro (Cabe)

HALLO JAKARTA - Melihat Foto tiga pria dalam lukisan Raden Saleh tema protes penahanan Pangeran Diponegoro, saya kagum sekali menatap busana pria yang datang dari zona ekonomi Semarang ke Magelang pada awal-awal tahun 1830. Berdirinya de Javasche Bank pada tahun 1828 tidak langsung merebahkan zona-zona ekonomi Indonesia.

Dari peristiwa geruduk gedung de Kock di Magelang awal 1830 mengesankan peran zona ekonomi Semarang back up finance perang Diponegoro lima tahun yang berbiaya cukup besar. Sebaliknya pihak Belanda juga terkuras kasnya untuk tutup begroting perang. Selain perang Aceh dll, delegasi Belanda di KMB 1949 juga minta bansos ganti rugi perang yang ditolak jubir delegasi RI Mr Muhamad Roem. Apakah saya harus memberi ganti rugi kepada Tuan-tuan yang belanjakan uang untuk membeli peluru yang bunuh nenek moyang kami? Tidak! Kata Mr Roem depan KMB 1949, seperti diceritakannya kepada saya.

Organisasi perang bukan resmi kraton Mataram, tapi personel adalah orang-orang kraton. Dalam kaitan ini ada yang menarik dengan penamaan gedung milik DKI yang pernah dipakai untuk Dinas Kebudayaan yang terletak di Jl Rasuna Said, Gedung Nyi Ageng Serang. Tak satu yang menghuni gedung dapat menjelaskan siapa Nyi Ageng Serang.

Nyi Ageng Serang pimpinan laskar wanita Perang Diponegoro. Banyak wanita yang menjadi tokoh, tapi jarang yang menjadi tokoh perang.

Nyi Ageng Serang wafat, tidak di medan laga, dimakam di desa Banjarharjo, kecamatan Kali Bawang, Kulonprogo

Sejak zona ekonomi Semarang terbentuk pada IX M, relasinya bagus dengan Mataram lama yang berpusat di Sleman. Mataram lama meredup, zona ekonomi Semarang luaskan regionalisme dengan Jepara. Setelah Panembahan Senopati membangkitkan Matarqm II pada tahun 1500-an,
keamanan zona ekonomi Semarang kembali jadi tanggung jawab Mataram. (Ridwan Saidi)

Editor: A Toha Almansur

Sumber: Catatan Babe

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tahun 1540 Yahudi Serbu Pasuruan

Kamis, 7 Juli 2022 | 08:34 WIB

Pyramid, Kamang dan Tiwaniku Masamba

Rabu, 6 Juli 2022 | 06:27 WIB

Orang-orang Portugis di Jakarta

Selasa, 5 Juli 2022 | 06:16 WIB

Kapan Indonesia Bersenjata Api?

Senin, 4 Juli 2022 | 06:52 WIB

Dari Mana Penulisan Sejarah Dimulai

Sabtu, 2 Juli 2022 | 09:45 WIB

Golok Emas Wa Item

Selasa, 28 Juni 2022 | 06:36 WIB

Unur Jiwa, Makam Tuanku Raman

Senin, 27 Juni 2022 | 06:53 WIB

Peta Jakarta 1618, Kyai Arya Patih Majakatera

Minggu, 26 Juni 2022 | 06:46 WIB

Jin Buang Anak dan Tradisi Tutur Betawi

Jumat, 24 Juni 2022 | 08:10 WIB

Sunat Cara Egypt saja Berubah, Pun Kekuasaan

Selasa, 21 Juni 2022 | 06:19 WIB

Big Mouth Elite dan Narasi Sejarah

Senin, 20 Juni 2022 | 07:28 WIB

Syekh Siti Jenar (?)

Minggu, 19 Juni 2022 | 06:47 WIB

Kuat Tuntutan Kembali ke UUD 45, Now

Jumat, 17 Juni 2022 | 08:24 WIB
X