Pattani dan Champa Serumpun Melayu

- Kamis, 14 April 2022 | 09:25 WIB
Foto Istana Pattani (Cabe)
Foto Istana Pattani (Cabe)

 

HALLO JAKARTA - Kerajaan Pattani berdiri tahun 1457. Pattani kerajaan Melayu yang meliputi wilayah Yala (jala), Narathwat (menara), dan sebagian Songkla. Kerajaan Pattani berakhir abad XVIII M karena terus-terusan menghadapi Siam.

Pattani dan Champa kerajaan Melayu di Indochina. Di Semenanjung Tanah Melayu ada kerajaan Malaka tahun 1477 dan di Singapura sda kerajaan Temasik tahun 1299. Kerajaan Melayu di Sumatera Samudra Pasai sejak XIII M dan kemudian Pagaruyung tahun 1347-1833.

Inilah regionalisme Melayu yang kemudian melibatkan Zona Ekonomi Bandar Sunda Kalapa, dan di Jawa. dari indikasi makam Putri Chempo/a relasi dengan Majapait sudah terjalin semula jadi.

Kawasan huni Melayu di Kamboja di provinsi utara yang bernama Malai Ur, tanah Melayu, dan Kompong Chom. Seorang pakar Perancis awal XX M menebak Malai Ur di Jambi. Migrasi orang Kamboja disini sejak medio XIII M ketika negeri mereka diserang Siam.

Hubungan migran Kamboja dengan native cukup bagus. Kamboja dijadikan nama pohon. Perancis jadi nama kali di Tangerang, Inggris jadi nama pisau silet dan garam, China jadi nama peté. Pohon Kamboja, kali Perancis, Piso Inggris dan garam Inggris, dan peté China.

Bukan saja migran Kamboja, migran bangsa-bangsa lain dari Indochina ke Andunisi rata-rata bersawah dan berkebun. Karena itu ada Pondok Ranggon, dan ada Labu Siam. Migran Laos ke Andunisi, vice versa. Luang Prabang di Laos sebelumnya bernama Negeri Jawa.

Tetapi orang Champa memilih melaut. Champa kaya dibanding yang lain. Makanya yang dikenal disini Putri Champa.

Kerajaan Champa sebagai mayor power system ibukotanya Vijaya, kota pesisir timur, sebelumnya di Panduranga. Sejak XIII M Champa menjadi kerajaan Islam. Ibukota Vijaya disebut dengan partikel Sri, jadi Sri Wijaya. Sri Vijaya, yang di Champa, sangat tersohor.

Champa pada tahun 1828 diserang Vietnam dan ditaklukan sampai sekarang. Untung dokumen dapat diselamatkan dan Terawat dengan baik di Kamboja.

Halaman:

Editor: A Toha Almansur

Sumber: Catatan Babe

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tahun 1540 Yahudi Serbu Pasuruan

Kamis, 7 Juli 2022 | 08:34 WIB

Pyramid, Kamang dan Tiwaniku Masamba

Rabu, 6 Juli 2022 | 06:27 WIB

Orang-orang Portugis di Jakarta

Selasa, 5 Juli 2022 | 06:16 WIB

Kapan Indonesia Bersenjata Api?

Senin, 4 Juli 2022 | 06:52 WIB

Dari Mana Penulisan Sejarah Dimulai

Sabtu, 2 Juli 2022 | 09:45 WIB

Golok Emas Wa Item

Selasa, 28 Juni 2022 | 06:36 WIB

Unur Jiwa, Makam Tuanku Raman

Senin, 27 Juni 2022 | 06:53 WIB

Peta Jakarta 1618, Kyai Arya Patih Majakatera

Minggu, 26 Juni 2022 | 06:46 WIB

Jin Buang Anak dan Tradisi Tutur Betawi

Jumat, 24 Juni 2022 | 08:10 WIB

Sunat Cara Egypt saja Berubah, Pun Kekuasaan

Selasa, 21 Juni 2022 | 06:19 WIB

Big Mouth Elite dan Narasi Sejarah

Senin, 20 Juni 2022 | 07:28 WIB

Syekh Siti Jenar (?)

Minggu, 19 Juni 2022 | 06:47 WIB

Kuat Tuntutan Kembali ke UUD 45, Now

Jumat, 17 Juni 2022 | 08:24 WIB
X