Kampung Melayu di Mester dan Tangerang

- Rabu, 11 Mei 2022 | 18:43 WIB
Foto Lukisan wanita Kampung Melayu Mester (Cabe)
Foto Lukisan wanita Kampung Melayu Mester (Cabe)

 

HALLO JAKARTA - Dari mana asal kata Melayu? Ada pendapat bahwa itu dari toponim di Cambodia utara Malai Ur, tanah Malai.

Di Indochina memang banyak yang berbahasa Melayu: Malai Ur, Kompong Chom, Champa, Pattani.

Di sini ada pohon Kamboja, labu Siam, Pondok Rangon, Champa-ka (hunian Champa). Toponim lain di Jakarta ada Gang Chenghay di Mester yang nama tempat di Cambodia, ada Pa Siam (pa dari tapak), ada Kwitang yang toponim Burma.

Panggilan kehormatan untuk wanita: Po atau Mpo, juga dari Indochina.

Di Jakarta hunian Melayu Indochina di Kampung Melayu Mester dan Tangerang. Kalau Roa Malaka dan Rorotan Malaka adalah kampung orang-orang Melayu Semenanjung.

Kalau dilihat lingkungan, pada mulanya orang Melayu Mester tampaknya retailer, Tangerang agro dan pengrajin anyaman, Roa Malaka pebisnis di labuhan Kalapa, Rorotan Malaka agro dan melaut.

Rumah Si Pitung dengan arsitektur Melayu adalah rumah singgah (jondol) yang sangat mungkin dibuat orang Rorotan Malaka.

Orang-orang Indochina migrasi karena kerajaan-kerajaan di kawasannya sering berperang. Yang besar serangan bangsa Siam ke sejumlah kerajaan terutama Khmer pada XIII M. Lalu serangan Siam pada kerajaan Pattani abad XVIII. Terakhir serangan Vietnam pada Champa 1829 M. Ini antara lain pemicu migrasi. Sebelumnya pada abad XII orang Laos dari bantaran sungai Mekong ke bantaran kali Brantas, Kediri. Tapi mereka bukan Melayu.

Sebaran migran Melayu bukan di Jawa saja. Mereka menyebar di seluruh zona ekonomi dari Banda Aceh hingga Banda Neira. Jadilah Melayu sebagai bahasa perdagangan. Misal ukuran sekati, dan mata uang ringgit.

Halaman:

Editor: A Toha Almansur

Sumber: Catatan Babe

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Politik No Kang

Rabu, 18 Mei 2022 | 13:28 WIB

Kebangkitan Emak-emak

Rabu, 18 Mei 2022 | 07:01 WIB

Format Demokrasi Indonesia

Selasa, 17 Mei 2022 | 07:43 WIB

Mengenang Becak

Senin, 16 Mei 2022 | 08:23 WIB

Kursus Pengantin Zaman Jepang

Minggu, 15 Mei 2022 | 06:15 WIB

Gua Jambul, kini Istiqlal

Sabtu, 14 Mei 2022 | 08:28 WIB

Orang Mesir di Indonesia

Kamis, 12 Mei 2022 | 07:25 WIB

Kampung Melayu di Mester dan Tangerang

Rabu, 11 Mei 2022 | 18:43 WIB

Revolusi Istana

Minggu, 8 Mei 2022 | 15:00 WIB

Beduk Lebaran

Minggu, 1 Mei 2022 | 09:03 WIB

Jalan Tangerang di Jaga Monyet Harmoni

Sabtu, 30 April 2022 | 09:30 WIB

Maya Menghormati Sumber Kehidupan

Jumat, 29 April 2022 | 10:08 WIB

Planologi Era Kuno: Wates Batas Kampung

Selasa, 26 April 2022 | 10:51 WIB

Rechstringen: Lingkungan Hukum Adat di Indonesia

Senin, 25 April 2022 | 09:52 WIB

Kampung Daleman Dulu Hunian Elit Betawi

Minggu, 24 April 2022 | 08:14 WIB

Pattani dan Champa Serumpun Melayu

Kamis, 14 April 2022 | 09:25 WIB

Zona Ekonomi Semarang dan Nyi Ageng Serang

Rabu, 13 April 2022 | 10:32 WIB

Koran Got , BuzzerRP Zaman Orde Lama

Senin, 11 April 2022 | 07:26 WIB
X