Memompa Wibawa, Misi Perdamaian dan Cerita Bung Karno

- Minggu, 3 Juli 2022 | 06:41 WIB
Foto Bung Karno blusukan di sebuah pasar sekitar tahun 1953/1954, (Cabe)
Foto Bung Karno blusukan di sebuah pasar sekitar tahun 1953/1954, (Cabe)

HALLO JAKARTA - Dino Pati Jalal, mantan Wamenlu RI, menyayangkan Presiden Putin yang lagi-lagi bombardemen Ukraina. Ini, kata Dino, pertanda Presiden Rusia itu abaikan misi perdamaian Presiden Jokowi.

Bukan hanya Dino, beberapa pakar juga bicara idem Dino sebelumnya, dan digemakan sejumlah media dan media sosial. Misi Jokowi kesimpulan mereka membawa misi damai.

Kunjungan Jokowi minggu lalu katanya misi perdamaian yang bahkan kasus tentara Rusia tinggalkan Snake Island ada diantara mereka yang mengatakan akibat kedatangan Jokowi ke Ukraina. Padahal sejatinya itu usaha diplomasi Turki untuk lancarkan arus barang, dalam hal ini pangan dan pupuk dari Ukraina.

Dalam perjalanan minggu lalu Jokowi cuma berseru hentikan perang. Berseru hentikan perang tidak jadi agenda bahasan pertemuan Jokowi dan Zalenski, juga Jokowi dan Putin.
Dengan Zalenski, Jokowi janji bantu obat-obatan ke Ukraina. Zalenski bicara soal Rusia yang menyusahkan dunia.

Putin sejak Jokowi menginjak Moskwa, saat itu juga ia berkata tak bersedia bicara tentang Ukraina. Dan dalam konferensi pers bersama, Putin kasih usul pada Jokowi agar sudi apalah kiranya membawa soal konflik Rusia dan Ukraina ke forum-forum Asean, G20, dan PBB..
Giliran Jokowi bicara yang diutarakan lebih banyak soal pangan, pupuk, dan kerjasama tourisme.

Jokowi membawa misi perdamaian dalam kunjungan LN minggu lalu cuma tafsir sementara pakar dan media tertentu. Media luar bahkan sangat sedikit beri tempat pada kunjungan LN Jokowi. Malah ironisnya beberapa pakar asing berkata seruan stop perang beraroma gandum.

Machbub Djunaedi, eks Ketua PWI, bercerita saat Bung Karno powerless di awal tahun 1966. BK undang Machbub dan BM Diah minum kopi pagi di serambi belakang istana. Diah terus menerus desak BK bertindak karena koran Merdeka dibreidel Orba.

Dengan kesal BK merespon, Hey Diah kau pulang, naik ke genteng rumahmu dan teriak Merdeka dibreidel.....

Bung Karno realistik dan tidak merasa perlu pompa wibawa. Kalau kantong udara kapasitasnya makin terbatas tak ada guna pompa-pompa wibawa orang.

"Everybody knows from where the power came, but nobody knows where the power gone to". (Ridwan Saidi/Catatan Babe)

Halaman:

Editor: A Toha Almansur

Sumber: Catatan Babe

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Indonesia dan Perjanjian Internasional

Selasa, 16 Agustus 2022 | 06:11 WIB

Bina Keakraban Lagi Dengan Jagung, Bung

Senin, 15 Agustus 2022 | 06:50 WIB

Pentil Kebakar: Toponim Bukan dari Akronim

Kamis, 11 Agustus 2022 | 06:20 WIB

Masjid Kota Inten 1540

Rabu, 10 Agustus 2022 | 07:40 WIB

Antara Lady Gaga dan Kampung Gaga

Selasa, 9 Agustus 2022 | 08:31 WIB

Kapan China Ungguli Taiwan?

Senin, 8 Agustus 2022 | 06:04 WIB

Dunia Menjelang Konstelasi Baru

Jumat, 5 Agustus 2022 | 07:46 WIB

Administrasi Kampung Betawi Era Dulu

Rabu, 3 Agustus 2022 | 07:06 WIB

Relasi sejati MH Thamrin - Jago Betawi

Selasa, 2 Agustus 2022 | 07:18 WIB

Becokok Glodok vs Bang Ja'man Jago Betawi

Minggu, 31 Juli 2022 | 06:30 WIB

Bunga Tanjung dan Baku-Imbang Global

Sabtu, 30 Juli 2022 | 06:46 WIB

Asmara dan Elmaut di Peca Kulit 1771-1772

Kamis, 28 Juli 2022 | 06:32 WIB

Krekot dan Kroket

Rabu, 27 Juli 2022 | 06:28 WIB

Masigit Lama Banten

Selasa, 26 Juli 2022 | 06:28 WIB

Maen Pukulan Plus Guru Cit

Minggu, 24 Juli 2022 | 06:30 WIB

Lonjakan Sebaran Bahasa Betawi

Sabtu, 23 Juli 2022 | 06:31 WIB

Berkelana Jemput Ular

Jumat, 22 Juli 2022 | 07:03 WIB
X