Tahun 1540 Yahudi Serbu Pasuruan

- Kamis, 7 Juli 2022 | 08:34 WIB
Lithografi menggiring tawanan perang 1540 (Cabe)
Lithografi menggiring tawanan perang 1540 (Cabe)

HALLO JAKARTA - Ferdinand Mendez Pinto menulis karya jurnalistiknya setebal 602 halaman "Adventures" yang ditulis semasa, pas peristiwa. Ini makan korban, dari total rombongan satu brigantine, 5 tewas, hidup 3 termasuk Pinto.

Surat tugas dan biaya dari raja Portugal. Raja Portugal dapat info bahwa Yahudi Achem di Aljier barat akan serang kekuatan Islam di timur. Cukong mereka Sherif, Yahudi Mesir kaya.

Rombongan Achem di jalan terus-terusan angkut tentara bayaran. Sampai Selat Malaka pecah dua. Ada yang ke Trengganu dan kemudian ke Rao, dan rombongan lain ke Jawa.

Tahun 1539 Trengganu Malaya diserang, sukses. Sultan terusir kumpulkan seluruh kekuatan Melayu di Malaya dan Indonesia. Yahudi terusir dan lari ke Rao.

Rao diserang, raja wafat. Permaisuri ambil tongkat komando dan balik hantam Yahudi. Yahudi menyerah dan Aladin pemimpinnya dihukum mati dengan menggodot lehernya sendiri. Begitu hukumnya. Kalau terhukum habis tenaga sedangkan nafas masih di kandung badan, maka baru algojo berikan finishing touch. Model hukum mati macam ini juga dilaporkan Ibnu Batuthah di lokasi sama abad-abad sebelumnya.

Kontingen yang ke Jawa ada yang bernama Unus. Tapi orang Achem biasa saling sapa dengan sebutan Pate. Di sini menjadi Fatah kemudian harinya.

Tahun 1540 Yahudi Achem serbu Demak. Demak dari damak: pesta air. Damak biasanya di Koban Batur (Serambi Cuba), Demak.
Demak dikalahkan, lalu Achem siap serang Pasuruan.

Pasuruan zona ekonomi yang kaya, pemimpinnya Pambekel. Pambekel pendidikan sekolah militer Champa.

Ringkas cerita ribuan pasukan yang dipimpin Yahudi dihancurkan. Yang selamat lari sipat kuping ke Sumedang dan Jakarta. Pemimpin mereka ditangkap dan dihukum mati dengan potong leher swadaya.

Yang lari ke Jakarta pada 1540 bikin onar dan digebah ke luar Jakarta. Yang lari dan merusak Sumedang ditumpas pasukan Mataram. (Ridwan Saidi/Cabe).***

Halaman:

Editor: A Toha Almansur

Sumber: Catatan Babe

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Indonesia dan Perjanjian Internasional

Selasa, 16 Agustus 2022 | 06:11 WIB

Bina Keakraban Lagi Dengan Jagung, Bung

Senin, 15 Agustus 2022 | 06:50 WIB

Pentil Kebakar: Toponim Bukan dari Akronim

Kamis, 11 Agustus 2022 | 06:20 WIB

Masjid Kota Inten 1540

Rabu, 10 Agustus 2022 | 07:40 WIB

Antara Lady Gaga dan Kampung Gaga

Selasa, 9 Agustus 2022 | 08:31 WIB

Kapan China Ungguli Taiwan?

Senin, 8 Agustus 2022 | 06:04 WIB

Dunia Menjelang Konstelasi Baru

Jumat, 5 Agustus 2022 | 07:46 WIB

Administrasi Kampung Betawi Era Dulu

Rabu, 3 Agustus 2022 | 07:06 WIB

Relasi sejati MH Thamrin - Jago Betawi

Selasa, 2 Agustus 2022 | 07:18 WIB

Becokok Glodok vs Bang Ja'man Jago Betawi

Minggu, 31 Juli 2022 | 06:30 WIB

Bunga Tanjung dan Baku-Imbang Global

Sabtu, 30 Juli 2022 | 06:46 WIB

Asmara dan Elmaut di Peca Kulit 1771-1772

Kamis, 28 Juli 2022 | 06:32 WIB

Krekot dan Kroket

Rabu, 27 Juli 2022 | 06:28 WIB

Masigit Lama Banten

Selasa, 26 Juli 2022 | 06:28 WIB

Maen Pukulan Plus Guru Cit

Minggu, 24 Juli 2022 | 06:30 WIB

Lonjakan Sebaran Bahasa Betawi

Sabtu, 23 Juli 2022 | 06:31 WIB

Berkelana Jemput Ular

Jumat, 22 Juli 2022 | 07:03 WIB
X