Lonjakan Sebaran Bahasa Betawi

- Sabtu, 23 Juli 2022 | 06:31 WIB
Filmstar Malaya 1950-an Kasma Booty. Salah satu filmnya yang box office di Jakarta Rachun Dunia. Saya nonton di bioskop Sin Toe Princen Park, kental dengan logat Melayu Betawi atau bahasa Betawi  (Cabe)
Filmstar Malaya 1950-an Kasma Booty. Salah satu filmnya yang box office di Jakarta Rachun Dunia. Saya nonton di bioskop Sin Toe Princen Park, kental dengan logat Melayu Betawi atau bahasa Betawi (Cabe)

HALLO JAKARTA - Seorang pegiat budaya Betawi di Bekasi me-WA tentang bahasa Betawi:

"Faktor pertumbuhan pemukiman dan perluasan kawasan industri menjadikan persebaran orang Betawi dan bahasa Betawi hingga memasuki daerah sekitar Karawang Barat, Purwakarta, Cikeas, Cileungsi, Kabupaten Bogor bahkan hingga wilayah Cibinong. Kesimpulan ini didapat dari hasil komunikasi dengan penduduk setempat yang menggunakan bahasa Betawi lebih intens daripada bahasa lain".

Bahasa Betawi terbentuk dari bahasa native cave live lanjut river basin community, sejak lebih dari 9000 tahun lalu (Bernard Grunn, 1984). Tatah, jalan, ngegojot mati, bahasa era ini. Persinggungan pertama dengan peradaban luar: 3000 tahun lalu dengan Maya, lanjut garis Melanesia, Carribea, dan Inca. Lalu peradaban Egypt IV SM, kemudian Afro yang berbahasa Swahili mulai II M. Bahasa Arab masuk bersamaan dengan Islam abad VII M. Mereka datang dari Oman dan Iraq. Sejak VIII/IX M zona ekonomi  Sunda Kalapa mulai ramai. Pebisnis itu datang dari Asia Minor terutama orang Samarkand yang bahasanya mengandung banyak resapan kosa kata Armenia.


Medio XIII M masuk migran Indochina yang berbahasa Melayu dan menyebut diri orang Melayu. Abad XIV M masuk Melayu Malaya dan Sumatera. Di kedua tempat itu sudah terbentuk power system dan zona ekonomi. Begitu proses pembentukan bahasa Melayu Betawi, atau bahasa Betawi.

Pengaruh China? Mereka baru masuk sebagai migran abad XVII M (data kependudukan Belanda). Pada saat China datang identitas kultural dan bahasa Betawi sudah terbentuk. Bahkan tahun 1610 Ki Alang selesai menulis karya tebal Hikayat Tumenggung Al Wazir. Orang-orang China tak keburu menyumbang bahasa dan peradaban di négeri Betawi.

Petutur bahasa Betawi makin meluas di provinsi-provinsi sekitarnya. Pemukiman baru orang Jakarta pindahan dan daerah sudah berdiri sejak Orde Baru di provinsi sekitar Jakarta. Itu berlangsung terus hingga sekarang. Para pemukim-pemukim baru itu menggunakan bahasa Betawi sebagai bahasa gaul. (Ridwan Saidi/Catatan Babe).***

Editor: A Toha Almansur

Sumber: Catatan Babe

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Masuk Sekolah Rakyat Sistem Colek kuping

Rabu, 5 Oktober 2022 | 06:47 WIB

Faktor Waktu dalam Pencapresan Anies Baswedan

Selasa, 4 Oktober 2022 | 06:35 WIB

Schouwburg Pasar Baru

Minggu, 2 Oktober 2022 | 06:17 WIB

Ekor Gerakan 30 September: Gedung RRT diduduki Pendemo

Jumat, 30 September 2022 | 06:11 WIB

Strategi: Masalah Kesabaran dan Waktu

Kamis, 29 September 2022 | 06:34 WIB

Asal Usul Pasar di Betawi

Rabu, 28 September 2022 | 07:04 WIB

Politik Indentitas, Stempel Tanpa Penjelasan

Senin, 26 September 2022 | 06:46 WIB

Kata Pakar Asing: Betawi Turunan Budak

Kamis, 22 September 2022 | 06:23 WIB

Payung Fantasi dan Kekuasaan

Rabu, 21 September 2022 | 06:32 WIB

Siri Tampi Hormati Adat

Selasa, 20 September 2022 | 07:05 WIB

Toko Banzai di Pasar Baroe

Sabtu, 17 September 2022 | 07:52 WIB

Safety Velve: Sambo dan Simbolon

Jumat, 16 September 2022 | 06:55 WIB

NKRI Harga Mati Bukan Harga Naik

Rabu, 14 September 2022 | 07:26 WIB

Gerakan Mahasiswa dan Panggilan Revolusi

Selasa, 13 September 2022 | 05:50 WIB

Kronologi Beragama di Betawi X SM - XIX M

Senin, 12 September 2022 | 06:41 WIB
X