Dunia Menjelang Konstelasi Baru

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 07:46 WIB
Gina Lollobrigida dalam film 1956 The Hunchback of Notre-Dame) (Cabe)
Gina Lollobrigida dalam film 1956 The Hunchback of Notre-Dame) (Cabe)

HALLO JAKARTA - Victor Hugo pada 1831 menulis novel The Hunchback of Notre-Dame dan difilmkan tahun 1956 dengan bintang Gina Lollobrigida. Film ini baru beredar di Jakarta tahun 1957. Saya nonton film ini.

Film ini berkisah tentang keadaan Perancis abad XVI yang penuh konflik karena saat itu manusia dan kelompoknya sibuk dengan pencarian identitas.

5 abad berselang konflik berlanjut dalam level global karena sejumlah negara mencari identitas sebagai super power. Ini tema konflik pasca PD II yang berlangsung sampai dengan hari ini tapi sudah mendekati finish untuk tema lomba super power. Itu terlihat dari rekapitulasi Ukraine War dan kepungan terhadap China.

Kini tengah berlangsung Super Garuda Shield yang diikuti 4.337 personel, termasuk 3.455 personel Indonesia. Selain Indonesia ada 13 negara lain yang ikut: Amerika, Inggris, Australia (AUKUS), Perancis, Canada, Jepang, Korsel, Papua Nugini,Timor Leste, Indonesia, Malaysia, Singapore, India.

Mengomentari tidak adanya China di Super Garuda Shield Panglima TNI berkata, Kalau tidak ada, kita tak bisa maksa, 'kan bayar sendiri-sendiri.

Keikut-sertaan India dapat dipahami karena India-China cekcok perbatasan. Melihat Latma sekarang yang lebih gempita dari tahun lalu dapat dipahami kalau China diduga resah. Penggemar-penggemarnya di Indonesia juga tak komentar tentang Super Garuda Shield, juga tidak di tahun lalu. Malah penggemar-penggemar tersebut ada yang asik komentari USA yang katanya akan resesi. Malah dimunculkan istilah baru: Amerika resesi secara teknis.

Setelah Rusia gagal yakinkan dirinya bahwa mereka itu super power, berikutnya China.
Indonesia harus siap hadapi realita baru: one power one road. Politik itu realita, kalau tak mampu ubah realita, jangan lari dari realita. Atau, realita yang udak-udak kita. Politik bukan pula soal senang atau tidak, tapi realistis atau tidak. (Ridwan Saidi/Catatan Babe Edisi Satu Tahun)

Editor: A Toha Almansur

Sumber: Catatan Babe

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pentil Kebakar: Toponim Bukan dari Akronim

Kamis, 11 Agustus 2022 | 06:20 WIB

Masjid Kota Inten 1540

Rabu, 10 Agustus 2022 | 07:40 WIB

Antara Lady Gaga dan Kampung Gaga

Selasa, 9 Agustus 2022 | 08:31 WIB

Kapan China Ungguli Taiwan?

Senin, 8 Agustus 2022 | 06:04 WIB

Dunia Menjelang Konstelasi Baru

Jumat, 5 Agustus 2022 | 07:46 WIB

Administrasi Kampung Betawi Era Dulu

Rabu, 3 Agustus 2022 | 07:06 WIB

Relasi sejati MH Thamrin - Jago Betawi

Selasa, 2 Agustus 2022 | 07:18 WIB

Becokok Glodok vs Bang Ja'man Jago Betawi

Minggu, 31 Juli 2022 | 06:30 WIB

Bunga Tanjung dan Baku-Imbang Global

Sabtu, 30 Juli 2022 | 06:46 WIB

Asmara dan Elmaut di Peca Kulit 1771-1772

Kamis, 28 Juli 2022 | 06:32 WIB

Krekot dan Kroket

Rabu, 27 Juli 2022 | 06:28 WIB

Masigit Lama Banten

Selasa, 26 Juli 2022 | 06:28 WIB

Maen Pukulan Plus Guru Cit

Minggu, 24 Juli 2022 | 06:30 WIB

Lonjakan Sebaran Bahasa Betawi

Sabtu, 23 Juli 2022 | 06:31 WIB

Berkelana Jemput Ular

Jumat, 22 Juli 2022 | 07:03 WIB

Resesi: Peluru Kendali Berkepala Dingin

Kamis, 21 Juli 2022 | 06:23 WIB

Pangantin Emas

Rabu, 20 Juli 2022 | 07:19 WIB
X