Pelukis Raden Saleh Ikut Pemberontakan Tambun?

- Kamis, 24 November 2022 | 07:18 WIB
Lukisan Raden Saleh, salah satu fragmen. Benarkah ia terlibat pemberontakan Tambun/petani? (Cabe)
Lukisan Raden Saleh, salah satu fragmen. Benarkah ia terlibat pemberontakan Tambun/petani? (Cabe)

HALLO JAKARTA - Pada tahun 1869/1870 pelukis Raden Saleh diperiksa polisi Belanda karena disangka terlibat pemberontakan Tambun 1869 yang dipimpin Rama Ratu Jaya. Rama sendiri tewas di medan laga.

Penberontakan Tambun bagian dari
seri pemberontakan petani.

Berikut kronologi pemberontakan petani.

1. Penyulut: pemberlakuan tanam paksa oleh penguasa kolonial sejak 1830. Petani punya tanah, apa yang ditanam harus sesuai kehendak penguasa.

2. Penggerak: ulama khususnya ahli tarekat.

3. Pelopor: Haji Ahmad Rifangi lahir 1786 Kendal.

4. Awal gerakan: aksi protes petani pimpinan Ahmad Rifangi di kota-kota Jawa Tengah 1859-1860.

5. Sejak itu pecah pemberontakan petani di seluruh Jawa antara lain Tambun 1869 pimpinan Rama (konon melibatkan pelukis Raden Saleh), Cilegon 1888 pimpinan Haji Wasid (salah 1 putranya jadi anggota Konstituante fraksi Masyumi), Ciomas, Condet 1916, dan ditutup 1924 berupa pemberontakan petani Tangerang pimpinan Kayin Bapa Kayah.
Time frame pemberontakan petani: 1859-1924 = 65 tahun. Pemberontakan terlama melawan kolonialisme di Indonesia.

Raden Saleh itu kolektor benda-benda bersejarah. Ia yang mengoleksi prasasti lempeng tembaga Kebantenan yang dibelinya dari ahli waris di Priyuk.

Ia bertemu Rama di Ratu Jaya dengan maksud sama. Info yang diterima Raden Saleh, Rama seorang petutur sejarah. Tentu ada simpanan benda historis, ternyata tidak. polisi terima keterangan Raden Saleh dan ia bebas.

Halaman:

Editor: A Toha Almansur

Sumber: Catatan Babe

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Arsitektur Melayu di Harar Ethiopia

Sabtu, 3 Desember 2022 | 08:22 WIB

Muhammadiyah Mandiri Lagi Pula Tajir

Jumat, 2 Desember 2022 | 06:30 WIB

Joe Biden: USA As A Big Game

Kamis, 1 Desember 2022 | 06:58 WIB

(1/2 + 1) atau Musyawarah?

Selasa, 29 November 2022 | 06:20 WIB

Model Power System 3: Kerajaan-kerajaan Islam

Jumat, 25 November 2022 | 06:05 WIB

Pelukis Raden Saleh Ikut Pemberontakan Tambun?

Kamis, 24 November 2022 | 07:18 WIB

Model Power System 2: Adat dan Zona Ekonomi

Rabu, 23 November 2022 | 06:28 WIB

Muallim Radjiun Ulama Betawi yang Piawai Main Bola

Selasa, 22 November 2022 | 11:57 WIB

Model Power System 1 Bermula Kuasa Adat

Senin, 21 November 2022 | 06:55 WIB

Parung itu Pos Jaga

Minggu, 20 November 2022 | 06:34 WIB

Beos, Bey Os, Hunian Orang Turki

Sabtu, 19 November 2022 | 06:07 WIB

Minaret kudus, Jejak Palestina di Indonesia

Kamis, 17 November 2022 | 07:04 WIB

Nusa Kalapa, Sunda Kalapa, Majakatera hingga Jacatra

Selasa, 15 November 2022 | 06:28 WIB

Tiang Bendera, Pameran Bendera

Senin, 14 November 2022 | 06:16 WIB

Jayakarta Siapa, Pak?

Minggu, 13 November 2022 | 06:36 WIB

Cave Life Dance

Sabtu, 12 November 2022 | 07:16 WIB

Betawi Vs Pate Hila

Jumat, 11 November 2022 | 06:46 WIB

Aristoteles: Alex, Pergilah ke Negeri di Ujung Timur

Kamis, 10 November 2022 | 08:30 WIB

Sebelum Melayu, di Jakarta Omong Apa (III)

Rabu, 9 November 2022 | 06:24 WIB
X