Perang Memicu Kecemasan dan Ketakutan bagi Orang Ukraina di Dunia Arab

- Minggu, 27 Februari 2022 | 10:54 WIB
Warga Ukraina mulai mencari perlindungan aman dari situasi perang dengan Rusia (Zul)
Warga Ukraina mulai mencari perlindungan aman dari situasi perang dengan Rusia (Zul)

 

HALLO JAKARTA – Dunia terbangun pada Kamis pagi dengan berita tentang invasi Rusia skala penuh ke negara tetangga Ukraina. Itu adalah awal dari konflik lain, dengan kehancuran, penderitaan, pemindahan dan kematian pasti akan menyusul.

Dalam pidato yang disiarkan televisi pada 21 Februari, Presiden Rusia Vladimir Putin membenarkan serangan itu sebagai pembelaan terhadap Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk yang memproklamirkan diri di Ukraina timur. Dia mengatakan para pemimpin dari dua wilayah separatis telah meminta bantuan militer Moskow untuk melawan Kiev setelah Putin mengakui kemerdekaan mereka hari itu.

Bagi orang Ukraina yang bekerja di negara-negara Arab yang kini hidup jauh dari bahaya zona perang, tetapi jarak itu tidak banyak membantu meredakan kecemasan mereka sementara keluarga dan teman-teman mereka tetap berada dalam bahaya, puluhan ribu mil jauhnya.

Mia, seorang Ukraina berusia 26 tahun yang pindah ke Jounieh di Lebanon pada 2018 dari Kyiv, tidak perlu menelusuri ponsel cerdasnya untuk mendapatkan pembaruan dari negara asalnya. Dia telah menerima pesan teks dan panggilan telepon terus-menerus dari orang-orang yang dicintainya yang terjebak di kota-kota yang sekarang berada di garis api.

“Saya mendapati diri saya mengirim pesan sepanjang malam kepada orang tua dan teman-teman saya hanya untuk memastikan mereka berhasil. Saya menjadi sangat cemas ketika sebuah teks membutuhkan waktu untuk disampaikan karena saya segera mulai memikirkan yang terburuk, bahwa orang tua dan adik laki-laki saya mungkin telah terbunuh,” Mia, yang hanya memberikan nama depannya, mengatakan kepada Arab News.

“Orang tua saya dan saudara laki-laki saya, yang berusia 12 tahun, tinggal di tempat perlindungan bom bawah tanah. Mereka tidak pernah menyakiti siapa pun dalam hidup mereka. Kami tidak pantas mendapatkan ini, ”katanya

Namun demikian, Mia merasa bahwa perang telah menghasilkan yang terbaik di Ukraina kembali ke rumah. “Hari ini, saya bangga menjadi orang Ukraina. Saya bangga dengan keluarga saya, rakyat saya, dan presiden saya,” katanya. “Semoga kita melihat cahaya di ujung terowongan.”

Sebagai informasi tambahan, umat Islam di Ukraina  berjumlah sekitar 4% dari keseluruhan jumlah penduduknya. Kebanyakan mereka adalah daripada kaum Tatar Krimea dan tinggal di semenanjung Krimea. Di Kota Kiev sendiri ada sekitar 50 ribu warga muslim termasuk dari mereka merupakan warga yang berasal dari luar negara.

Sumber: Berbagai Sumber

Halaman:

Editor: Zulfikri

Tags

Terkini

Dialog Shangri-La Kembali digelar di Singapura

Sabtu, 11 Juni 2022 | 15:12 WIB

Anti Klimaks Agresi, Putin Penjahat Perang

Sabtu, 19 Maret 2022 | 06:25 WIB

Musuhnya Musuh = Teman, kata Rusia dan China

Minggu, 6 Maret 2022 | 18:03 WIB

Seruan dari Amerika Serikat untuk Berjilbab

Minggu, 6 Maret 2022 | 12:43 WIB
X