Jelang May Day, MPBI DIY Soroti Kegagalan Pemerintah Lindungi Kaum Buruh dan Rakyat Selama Pandemi

- Selasa, 26 April 2022 | 06:33 WIB
MPBI DIY usai menggelar Dialog Ramadan Pekerja, sebagai rangkaian kegiatan memperingati May Day 2022. (MPBI DIY)
MPBI DIY usai menggelar Dialog Ramadan Pekerja, sebagai rangkaian kegiatan memperingati May Day 2022. (MPBI DIY)

HALLO JAKARTA - ALIANSI serikat pekerja yang tergabung dalam MPBI DIY (Majelis Pekerja Buruh Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta) pada peringatan May Day atau Hari Buruh Internasional tahun ini, 1 Mei 2022, menyoroti kegagalan pemerintah dalam melindungi kaum buruh dan rakyatnya sepanjang dua tahun lebih pandemi Covid-19 (Corona Virus Disease 2019) terjadi di Indonesia.

Padahal, MPBI DIY berpandangan kaum buruh yang sejahtera dan terpenuhinya hak-hak para pekerja menjadi salah satu prasyarat terciptanya Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat). Sehingga percepatan pemulihan ekonomi nasional dapat berjalan dengan lancar dan bangsa Indonesia bisa segera bangkit dari keterpurukan di segala sektor akibat pandemi.

Hal itu terungkap dalam Dialog Ramadan Pekerja dengan tema 'Menggagas Program Jaminan Sosial Daerah Bagi Masyarakat DIY' yang diprakarsai MPBI DIY, di Hotel Tjokro Style di Jalan Menteri Supeno No.48, Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta, Ahad (24/4) lalu.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka peringatan May Day.

MPBI DIY menghadirkan beberapa narasumber untuk berdialog. Yakni anggota Komisi D DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) DIY Syukron Arif Muttaqin, SE, MAP, dosen Departemen Sosiologi Fisipol UGM (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada) Dr M Falikul Isbah, dan Kadisnakertrans (Kepala Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi) DIY Aria Nugrahadi, ST, MEng.

Dalam sambutannya pada dialog tersebut, Ketua MPBI DIY Irsad Ade Irawan, MA menyebut rencana peringatan May Day di Yogyakarta.

"Ribuan buruh di DIY dipastikan mengikuti aksi peringatan May Day yang digelar secara serentak di seluruh Indonesia usai Lebaran. Khusus wilayah Jogja, menyikapi banyaknya jumlah peserta massa aksi yang ikut bergabung, MPBI DIY berkoordinasi dengan instansi terkait guna melakukan antisipasi terhadap potensi munculnya gangguan kamtibmas," ujar Ketua MPBI DIY Irsad Ade Irawan.

Ketua MPBI DIY Irsad Ade Irawan menegaskan, sejumlah isu menjadi tuntutan buruh saat May Day. Isu yang paling utama adalah mendesak agar pemerintah segera mencabut UU (Undang-undang) Cipta Kerja beserta peraturan turunannya.

Menurut Irsad Omnibus Law (satu UU yang mengatur banyak hal) Cipta Kerja, yang isinya menyengsarakan dan tidak mencerminkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, telah diputuskan inkonstitusional bersyarat oleh MK (Mahkamah Konstitusi).

MPBI DIY juga menuntut sistem pengupahan yang layak sebagai hak dasar buruh, adanya jaminan perlindungan atas pekerjaan, ketersediaan bahan kebutuhan pokok dan pendalian harga sembako (sembilan bahan pokok), jaminan kesehatan, jaminan pendidikan untuk anak buruh, penyediaan fasilitas perumahan murah bersubsidi bagi kaum pekerja, dan yang terus-menerus digaungkan adalah penghapusan sistem outsourcing (alih daya).

Halaman:

Editor: Achmad Marzoeki

Sumber: Rilis MPBI DIY

Tags

Artikel Terkait

Terkini

FSP Parekraf KSPSI Gelar Munas di Bali

Jumat, 17 Juni 2022 | 20:32 WIB
X