Zainuddin Maliki: Bangunan Nation State Kita Terancam Mudahnya Menebar Kebencian

- Rabu, 27 April 2022 | 05:56 WIB
Prof Zainudidin Maliki dalam sosialisasi empat pilar kebangsaan di Lamongan Jawa Timur  (Ist)
Prof Zainudidin Maliki dalam sosialisasi empat pilar kebangsaan di Lamongan Jawa Timur (Ist)

HALLO JAKARTA - Munculnya prasangka, mudahnya menebar permusuhan dan rasa kebencian antar elemen bangsa yang beredar marak di media sosial, mengundang keprihatinan Prof. Zainuddin Maliki, anggota DPR/MPR RI Fraksi PAN.

"Prasangka, rasa permusuhan dan kebencian itu menggerogoti akar kebangsaan. Jika negara gagal mengendalikannya jelas berpotensi melemahkan upaya kita membangun nation-state yang kuat," ungkap Prof. Zainuddin Maliki pada acara sosialisasi empat pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara di Lamongan, Sabtu 23/4/2022.

"Tumbuhnya kerelaan hidup bersama masyarakat yang datang dari berbagai latar belakang suku, ras maupun agama yang berbeda adalah sebuah keniscayaan jika ingin menjadi sebuah negara bangsa yang kuat," ujar legislator asal Dapil Jatim X Lamongan-Gresik ini

Patut bersyukur para pendiri bangsa berhasil membuat sebuah kesepakatan secara nasional dengan menetapkan Pancasila sebagai ideologi negara. "Melalui ideologi Pancasila yang telah disepakati bersama, menjadikan seluruh elemen bangsa dapat dipersatukan sehingga kita punya modal membentuk sebuah negara bangsa yang kuat," ungkap mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya itu.

Dalam sosialisasi empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara di depan kader Partai Amanat Nasional sekabupaten Lamongan tersebut, anggota Komisi X DPR RI itu juga menegaskan bahwa Pancasila harus terus dikawal. Ia mengingatkan sejauh ini masih ada kekuatan ekstrem, untuk melemahkan fungsi dan peran Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ekstrem kiri berusaha melemahkan Pancasila untuk diganti dengan ideologi Marxisme Leninisme yang menganggap agama sebagai candu. Penganut ideologi sekuler pun juga merasa tidak nyaman dengan Pancasila yang menomorsatukan dimensi Ketuhanan. Sedangkan ekstrem kanan juga ingin mengubah menjadi chauvinisme agama.

"Dengan segala cara ekstrem kiri, kanan dan kelompok sekuler itu mencoba melemahkan Pancasila, antara lain dengan cara menumbuhkan prasangka antar elemen bangsa" ucap Prof. Zainuddin.

Di tengah ancaman kekuatan ekstrem itu maka Pancasila membutuhkan kekuatan tengah yang terkonsolidasi dengan baik, sehingga bisa menjaganya dari tarikan ekstrem kiri dan kanan, dan sebaliknya bisa menjalin ikatan seluruh elemen bangsa dalam tarikan nafas Pancasila.

"Kalau Partai Amanat Nasional terkonsolidasi dengan baik, maka kader-kader PAN akan bisa mengawal Pancasila dengan baik, karena partai yang berdiri 23 Agustus 1998 ini merupakan kekuatan inklusif yang bisa berdiri di tengah mempertahankan Pancasila dari tarikan kiri maupun kanan," ungkapnya.

Hadir dalam Sosialisasi Empat konsensus kehidupan berbangsa dan bernegara itu juga Bupati Lamongan, DR. Yuhronur Efendi. Di depan pengurus DPD, DPC dan DPRT PAN sekabupaten Lamongan, Bupati mengharap dukungannya untuk membangkitkan Lamongan yang karena pandemi Covid-19 baru bisa memulai melakukan pembenahan infrastruktur.

Halaman:

Editor: A Toha Almansur

Sumber: Liputan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

FSP Parekraf KSPSI Gelar Munas di Bali

Jumat, 17 Juni 2022 | 20:32 WIB
X