Warga Pinggiran Kota Medan Rentan Terdampak Banjir, Jadi Penerima Manfaat Donasi LAZISKU KBPII Sumut

- Jumat, 6 Mei 2022 | 13:09 WIB
Salah seorang penerima donasi LAZISKU KBPII Sumut untuk warga pinggiran kota Medan. (lazisku.id)
Salah seorang penerima donasi LAZISKU KBPII Sumut untuk warga pinggiran kota Medan. (lazisku.id)

HALLO JAKARTA - KEHIDUPAN warga pinggiran kota Medan menjadi perhatian Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Kemandirian Umat (LAZISKU) Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KBPII) Sumatra Utara (Sumut).

Dalam kegiatan penyaluran donasi LAZISKU KBPII Sumut pada Rabu-Kamis, 4-5 Mei 2022, warga pinggiran kota Medan menjadi sasaran penerima manfaat. Yaitu warga pinggiran sungai di Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun, dan warga pinggir rel Glugur By Pass di Kelurahan Glugur Kota, Kecamatan Medan Barat. 

Menurut Manager Fund Rising dan Program LAZISKU KBPII Sumut, Ahmad Daud, kondisi warga pinggiran kota ini sangat memprihatinkan karena rentan terkena dampak banjir serta marginalisasi. Mereka umumnya berprofesi sebagai pekerja harian lepas, tukang botot (pencari barang bekas), buruh pabrik dan karyawan toko.

"LAZISKU KBPII Sumut berupaya meringankan beban kehidupan warga-warga tersebut," terang Manager Fund Rising dan Program LAZISKU KBPII Sumut, Ahmad Daud terkait kegiatan yang dilaksanakannya.

Manager Fund Rising dan Program LAZISKU KBPII Sumut, Ahmad Daud lebih lanjut mengatakan, pihaknya akan terus berupaya menyentuh segenap kaum dhuafa fakir miskin, warga terdampak bencana dan marginalisasi.

Ucapan terima kasih warga

Warga pinggiran kota Medan yang menerima bantuan dari LAZISKU KBPII Sumut berterima kasih atas bantuan yang diberikan.

Bariah, warga pinggiran sungai yang rentan terdampak banjir, bersyukur menerima bantuan dari LAZISKU KBPII Sumut.

"Alhamdulillah atas bantuan LAZISKU KBPII Sumut dan para donatur. Kami serba salah hidup di pinggiran sungai ini. Kami paling rentan kalau sudah datang hujan. Kadang yang lebih seram kalau hujan dari gunung. Tiba-tiba banjir datang begitu saja hingga tak jarang harta kami yang tersisa hanya baju yang di badan. Harta yang lain pada hanyut," cerita Bariah tentang kehidupan warga pinggir sungai.

Tapi umumnya warga pinggiran sungai juga berat untuk pindah, karena mahalnya harga rumah sekarang.

Halaman:

Editor: Achmad Marzoeki

Sumber: lazisku.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

FSP Parekraf KSPSI Gelar Munas di Bali

Jumat, 17 Juni 2022 | 20:32 WIB
X