Tips Memilih Hewan Kurban agar Terhindar dari PMK

- Minggu, 19 Juni 2022 | 08:36 WIB
Pembatasan kunjungan untuk hindari hewan kurban terjangkit PMK  (@FathanMufazan)
Pembatasan kunjungan untuk hindari hewan kurban terjangkit PMK (@FathanMufazan)

HALLO JAKARTA – Ibadah menyembelih hewan kurban merupakan salah satu amalan utama yang diperintahkan dalam ajaran Islam. Salah satu keutamaan dalam ibadah kurban adalah memilih hewan yang baik dan memenuhi standar.

Di tengah menyebarnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), masyarakat perlu lebih teliti lagi dalam memilih hewan kurban, agar hewan ternak yang dibeli tidak terjangkit PMK dan kita tidak ikut serta memperluas penyakit tersebut.

Direktur Pusat Kajian Halal UGM Ir Nanung Danar Dono, Ph.D memberikan beberapa tips dalam memilih hewan ternak yang akan dijadikan kurban.

PMK tidak ditularkan ke manusia sehingga daging dan susu aman dikonsumsi, tetapi penyakit ini menular antar ternak dengan sangat cepat sehigga masyarakat perlu berhati-hati dan memastikan hewan yang dibeli dalam keadaan sehat.

Dikutip dari laman ugm.ac.id, Nanung menganjurkan untuk membeli hewan ternak dari pedagang besar yang memiliki banyak hewan ternak karena mereka akan sangat menjaga kesehatan agar tidak tertular penyakit sehingga tidak terkena kerugian besar.

Tips kedua adalah dengan membeli hewan kurban dari pedagang yang memberikan jaminan pada ternak yang diperjualbelikan. Jika hewan yang dibeli ternyata menunjukkan gejala penyakit, maka akan bersedia untuk menggantinya dengan hewan yang sehat.

Yang ketiga, masyarakat disarankan untuk membeli hewan kurban menjelang hari raya Idul Adha untuk meminimalisir risiko hewan terkena penyatkit.

Nanung juga menyarankan agar pada saat pembelian melakukan pengecekan pada kondisi hewan ternak. Meski sudah memiliki surat keterangan kesehatan hewan, pembeli tetap perlu melakukan pengecekan pada hewan ternak tersebut dan lingkungan di sekitarnya.

“Hindari untuk survei ternak dengan melakukan kunjungan dari kandang ke kandang karena berpotensi memperluas penularan PMK,” ujarnya.

Dosen Fakultas Peternakan UGM ini menjelaskan, proses penularan PMK  bisa terjadi melalui kontak langsung antar hewan ternak, kandang bersama, lalu lintas hewan yang tertular, di dalam angkutan, udara, air, pakan, feses hewan ternak yang terjangkit dan produk atau orang yang terkontaminasi PMK.

Halaman:

Editor: A Toha Almansur

Sumber: ugm.ac.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X