Indonesia Terbuka 2022: Perlu Akselerasi Regenerasi Tunggal Putri

- Senin, 20 Juni 2022 | 11:20 WIB
Gregoria Mariska Tunjung saat tampil pada Olimpiade Tokyo 2020. Pada Indonesia Terbuka 2022 tersingkir di babak pertama. (BWF)
Gregoria Mariska Tunjung saat tampil pada Olimpiade Tokyo 2020. Pada Indonesia Terbuka 2022 tersingkir di babak pertama. (BWF)

HALLO JAKARTA - HAL paling menyedihkan dari pelaksanaan kejuaraan badminton seri HSBC BWF World Tour, Indonesia Terbuka 2022 yang baru berakhir Ahad (19/6) kemarin adalah nomor tunggal putri hanya diikuti seorang pebulutangkis Indonesia dan langsung gugur di babak pertama (R32).

Sebagai turnamen dengan kategori dan hadiah total tertinggi, BWF World Tour Super 1000 berhadiah total US$1,200,000 tentu membuat 32 pebulutangkis peringkat teratas dunia memprioritaskan untuk mengikuti Indonesia Terbuka 2022. Sebagai perbandingan turnamen bulu tangkis tertua All England yang sama-sama berkategori BWF World Tour Super 1000, hadiah totalnya US$1,000,000.

Hanya satu pebulutangkis tunggal putri Indonesia yang masuk dalam 32 peringkat teratas BWF, yakni Gregoria Mariska Tunjung, dengan peringkat 30. Fitriani sudah turun ke peringkat 47, sementara, Putri Kusuma Wardani baru sampai peringkat 49. Lalu Ruselli Hartawan peringkat 50 dan Yulia Yoshepine Susanto di peringkat 96. Sehingga yang bisa mengikuti Indonesia Terbuka 2022 hanya Gregoria Mariska Tunjung.

Bandingkan dengan negara tetangga, Thailand yang memiliki 5 pebulutangkis putri pada 32 peringkat teratas BWF, yaitu: Ratchanok Intanon (8), Pornpawee Chochuwong (10), Busanan Ongbamrungpan (11), Phittayaporn Chaiwan (21) dan Supanida Katethong (26).

Menyedihkannya, Gregoria Mariska Tunjung langsung tumbang di babak pertama dari pebulutangkis yang dikalahkan sepekan sebelumnya pada Indonesia Masters 2022, Phittayaporn Chaiwan.

Bertanding hampir selama satu jam, Gregoria Mariska Tunjung yang sempat memenangkan gim kedua setelah kalah pada gim pertama, akhirnya kalah dalam tiga gim, 17-21, 21-10, 12-21.

Padahal sepekan sebelumnya pada Indonesia Masters 2022 di tempat yang sama, Gregoria Mariska Tunjung menang atas Phittayaporn Chaiwan, 21-14, 21-15.

Pada dua turnamen seri HSBC BWF World Tour berikutnya, Gregoria Mariska Tunjung juga sudah harus bertemu lawan tangguh pada babak pertama. Pada Malaysia Terbuka (28 Juni-3 Juli 2022) Jorji akan bertemu Akane Yamaguchi di babak pertama. Sedang pada Malaysia Masters (5-10 Juli 2022), Carolina Marin siap menghadang di babak pertama.

Sejak mengikuti kompetisi level senior, prestasi tertinggi Juara Dunia Junior Tunggal Putri 2017 tersebut adalah mencapai babak perempat final All England 2020. Sebagai perbandingan, Han Yue (China) yang dikalahkan Gregoria Mariska Tunjung saat final Piala Dunia Junior 2017, saat ini memiliki peringkat 23 BWF dan pada Indonesia Masters 2022 berhasil mencapai babak semi final. Sementara Jorji hanya sampai babak kedua.

Dengan kondisi Gregoria Mariska Tunjung yang tampak sulit berkembang tersebut, kualitas tunggal putri harus segera ditingkatkan dengan meningkatkan frekuensi pengiriman ke berbagai kejuaraan badminton yang bisa diikuti. 

Halaman:

Editor: Achmad Marzoeki

Sumber: BWF

Tags

Artikel Terkait

Terkini

FSP Parekraf KSPSI Gelar Munas di Bali

Jumat, 17 Juni 2022 | 20:32 WIB
X