Soal Pesangon Tenaga Kerja Bongkar Muat, Ini Usulan Ketum KSPSI Moh Jumhur Hidayat

- Kamis, 7 Juli 2022 | 10:25 WIB
Moh Jumhur Hidayat Ketum KSPSI minta stakeholder berikan pesangon Tenaga Kerja Bongkar Muat TKBM yang layak (Ist)
Moh Jumhur Hidayat Ketum KSPSI minta stakeholder berikan pesangon Tenaga Kerja Bongkar Muat TKBM yang layak (Ist)

HALLO JAKARTA - Rencana para pemangku kepentingan di berbagai pelabuhan laut di Indonesia yang akan memensiunkan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) yang memasuki usia pensiun demi meningkatkan produktivitas TKBM dapat dimengerti.

Namun menurut tokoh perburuhan Moh Jumhur Hidayat, karena selama ini belum ada aturan jelas tentang sumber dana pesangon dari pensiunan tersebut, maka harus diupayakan jalan keluar oleh Pemerintah melalui Pelindo selaku BUMN yang selama ini menjadi tempat bernaung para Tenaga Kerja Bongkar Muat.

Demikian diungkapkan Jumhur Hidayat yang juga Ketua Umum DPP KSPSI di Jakarta, Selasa (5/7/2022) usai menerima pengurus serikat pekerja Tenaga Kerja Bongkar Muat dari Tanjung Priok.

“Memang sudah seharusnya pemerintah dan Pelindo menyediakan sumber dana pesangon bagi TKBM, yang sudah mengabdi lebih dari 30 tahun demi kelancaran arus barang di Pelabuhan Tanjung Priok. Janganlah kaum pekerja dalam hal ini TKBM hanya mendapat dana pesangon ala kadarnya, dengan alasan tidak ada dana yang dikhususkan untuk itu. Ketiadaan dana ini juga karena selama puluhan tahun memang tidak disediakan dananya," ujar Jumhur.

Menurut mantan Kepala BN2P2KI di era Presiden SBY ini menambahkan, ke depan perlu dipikirkan agar dana itu bisa disisihkan dari sistem yang sedang berjalan.

Menurutnya, bila dihitung untuk kasus TKBM yang sudah saatnya pensiun di Tanjung Priok dengan jumlah sekitar 400 orang, maka hanya dibutuhkan sekitar Rp40 Milyar bila per orang mendapatkan Rp100 juta.

Menurut Jumhur, dana Rp 40 M itu sangatlah kecil bila dibandingkan keuntungan Pelindo yang sekitar Rp 3000 Milyar itu.

“Jadi, jangan ibaratnya habis manis sepah dibuang terhadap kaum pekerja yang telah berjasa mengabdi selama puluhan tahun di pelabuhan. Kita ini ber-Pancasila sehingga menolak sistem kapitalisme yang menghalalkan eksploitasi manusia oleh manusia dan jangan pula dinodai dengan menghalalkan eksploitasi manusia oleh negara," pungkas Jumhur, tak menutup perasaannya yang getir. ***

Editor: A Toha Almansur

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tagar KompolnasBerbohong Trending di Twitter

Rabu, 10 Agustus 2022 | 09:11 WIB
X