Polri Tegaskan dalam Penegakan Hukum Menggunakan Pendekatan Ilmiah tidak Sekedar 'Common Sense'

- Kamis, 4 Agustus 2022 | 16:01 WIB
Webinar Polri Tegaskan Polri dalam penegakan hukum menggunakan pendekatan ilmiah seperti forensik digital bukan sekedar common sense  (Ist)
Webinar Polri Tegaskan Polri dalam penegakan hukum menggunakan pendekatan ilmiah seperti forensik digital bukan sekedar common sense (Ist)

HALLO JAKARTA -Sebagai konsekwensi dari agenda yang presisi, Polri menegaskan semua aktivitas utamanya dalam konteks penegakan hukum dilakukan dengan berbasis profesionalisme serta pendekatan ilmiah (scientific approach), seperti kedokteran forensik dan forensik digital.

"Proses penegakan hukum dan keadilan merupakan usaha ilmiah, bukan sekedar common sense, non scientific belaka," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Polri. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., dalam sambutannya saat membuka FGD bertema "Optimalisasi Forensik Digital Pada Penguatan Penegakan Hukum Dalam Rangka Mewujudkan Keadilan", di Jakarta, Kamis (4/8) siang.

Oleh karena itu, lanjut Dedi dalam sambutan tertulis yang dibacakan Karo Multimedia Humas Polri Brigjen Pol. Gatot Refli Handoko itu menegaskan, dalam penegakan keadilan yang menyangkut tubuh, kesehatan dan nyawa manusia, bantuan dokter dengan pengetahuan ilmu kedokteran forensik dan medikolegal yang dimilikinya amat diperlukan.

Sedangkan forensik digital mengungkap dan menafsirkan data secara elektronik, yang membutuhkan standar yang ketat untuk menghadapi pemeriksaan silang di pengadilan.

Sementara Ketua Dewan Pembina AFDI Kombes Pol. Mohammad Nuh Al Azhar, M.Sc., CHFI., CEI., ECIH., dalam paparannya menegaskan science bisa menjadikan barang bukti bicara dan menghubungkannya dengan sisi legal.

"Jadi science yang mempertanggung jawabkan temuan penyidik saat di pengadilan, terutama saat dicecar hakim," urai Nuh.

Namun Nuh menegaskan, science tidak bisa bekerja sendiri, perlu sebuah tim untuk memecahkan puzzle yang jadi pertanyaan publik.

Waspadai Informasi Sesat

Sementara pakar komunikasi Dr. Devi Rahmawati, M.Hum., mengingatkan masyarakat akan perlunya mewaspadai banjirnya informasi sesat yang disebarkan pihak-pihak tidak bertanggung jawab melalui media sosial (medsos).

"Masyarakat sekarang hidup dalam rezim kecepatan informasi bukan ketepatan. Akibatnya, informasi sesat yang melimpah di media sosial diterima begitu saja, tidak disaring dengan baik," ungkap Devi.

Halaman:

Editor: A Toha Almansur

Sumber: Liputan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tagar KompolnasBerbohong Trending di Twitter

Rabu, 10 Agustus 2022 | 09:11 WIB
X