Anies Baswedan: Negara Berkewajiban Menghadirkan Ruang Ketiga yang Mendukung Kesetaraan

- Sabtu, 6 Agustus 2022 | 22:56 WIB
Anies Baswedan sedang memberikan paparan di depan peserta Rakernas KBPII di Hotel Mercure, Cikini, Jakarta, Jumat (5/8). (PP KBPII)
Anies Baswedan sedang memberikan paparan di depan peserta Rakernas KBPII di Hotel Mercure, Cikini, Jakarta, Jumat (5/8). (PP KBPII)

HALLO JAKARTA - HADIR dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KBPII), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak hanya diminta memberikan sambutan, tapi juga didaulat menyampaikan paparan terkait tema "Mengokohkan Persatuan dan Kesatuan Umat Menyongsong Kepemimpinan Nasional".

"Berhubung hadir di sini, saya persilakan Mas Anies (Anies Baswedan-red) memberikan orasi sesuai tema Rakernas," kata Ketua Umum PP KBPII, Nasrullah Larada, saat memberi sambutan pembukaan Rakernas KBPII di Hotel Mercure, Cikini, Jakarta, Jumat (5/8) malam.

Dengan senyum khasnya Anies Baswedan menuju podium dan memulai orasinya dengan pengenalannya tentang PII.

"PII itu di keluarga kami adalah bahan cerita sehari-hari di meja makan," kata Anies Baswedan.

Menurut Anies Baswedan, kakek dan neneknya biasa menyebut tokoh-tokoh PII dulu sebagai anak-anak kami.

"Nama-nama Fatwa (mantan Ketua DPR RI AM Fatwa-red), Husnie Thamrin (mantan Wakil Ketua MPR RI-red) dan Utomo Dananjaya (salah satu pendiri Yayasan Paramadina) adalah nama-nama yang sehari-hari sering dibicarakan," tambahnya.

Cerita Anies berlanjut tentang nasionalisme kader-kader PII yang selalu menyanyikan Indonesia Raya setiap kali memulai kegiatan.

Dari romantisme masa lalu, Anies kemudian mengajak hadirin berfikir tentang persoalan kenegaraan.

"Dalam setiap kebijakan kata kuncinya satu saja, apakah menghadirkan keadilan sosial? Kalau tidak, kebijakan harus dikoreksi," tegas Gubernur DKI Jakarta yang bulan Oktober 2022 ini akan mengakhiri masa jabatannya.

Halaman:

Editor: Achmad Marzoeki

Sumber: Liputan lapangan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X