Menko PMK Muhadjir Effendy Dukung Prodi Kewirausahaan Universitas BTH Tasikmalaya

- Rabu, 10 Agustus 2022 | 07:38 WIB
Universitas Bakti Tunas Husada Tasikmalaya adalah salah satu Perguruan Tinggi yang membuka Prodi Kewirausahaan. Prodi ini mendapat apresiasi berbagai pihak termasuk Menko PMK Muhadjir Effendy  (Ikur)
Universitas Bakti Tunas Husada Tasikmalaya adalah salah satu Perguruan Tinggi yang membuka Prodi Kewirausahaan. Prodi ini mendapat apresiasi berbagai pihak termasuk Menko PMK Muhadjir Effendy (Ikur)

HALLO JAKARTA - Salah satu Perguruan Tinggi yang membuka Prodi Kewirausahaan adalah Universitas Bakti Tunas Husada (UBTH) di Tasikmalaya.

Apresiasi dan dukungan terhadap Prodi Kewirausahaan Universitas Bakti Tunas Husada (UBTH) ini mengalir dari beragam kalangan, dari mulai pembuat kebijakan (pemerintah) hingga toko-tokoh wirausaha.

Sebagaimana dinyatakan dosen kewirausahaan UBTH Tasikmalaya Moh. Ikhsan Kurnia, MBA, Selasa (10/8/2022), Menko PMK Prof. Dr. Muhadjir Effendy juga memberikan dukungan dan dorongan atas terselenggaranya Prodi Kewirausahaan di UBTH.

Dalam video testimoninya yang diunggah di akun Instagram Kewirausahaan UBTH, Menko PMK menyampaikan bahwa tiap tahun terdapat sekitar 1,9 juta lulusan SMA dan 1, 8 juta lulusan perguruan tinggi yang memasuki dunia kerja.

“Pemerintah mendorong lahirnya talenta-talenta muda di bidang wirausaha. Saya, Muhadjir Effendy, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, mendukung dan mendorong terselenggaranya Program Studi Kewirausahaan di Universitas Bakti Tunas Husada Tasikmalaya," ucap mantan Mendikbud tersebut.

Presiden Joko Widodo pada Januari 2022 telah mengeluarkan Peraturan Presiden (PERPRES) tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional Tahun 2021-2024.

PERPRES tersebut dikeluarkan untuk meningkatkan kualitas pertumbuhan ekonomi, iklim usaha dan daya saing, serta memperluas kesempatan kerja melalui akselerasi penumbuhkembangan wirausaha.

Kebijakan tersebut tampaknya dibuat mengingat saat ini rasio kewirausahaan di Indonesia masih tergolong rendah yaitu hanya 3,47% dari total penduduk Indonesia. Jumlah tersebut masih kalah dibandingkan dengan negara-negara tetangga, misalnya di Singapura yang rasio wirausahanya mencapai 8,76%, Thailand 4,26% dan Malaysia 4,74%.

Selain dari sisi rasio kewirausahaan, Indonesia juga belum memiliki banyak wirausaha-wirausaha yang terdidik melalui institusi pendidikan formal. Sebagian besar wirausaha bergerak di sektor UMKM dimana mereka menjalankannya dengan bermodal pengetahuan dan pengalaman di dunia nyata (empiris), atau yang dikenal dengan istilah “street smart”.

Menurut Moh. Ikhsan Kurnia, “street smart” adalah kecerdasan yang sangat penting dimiliki oleh setiap wirausaha. Namun, lanjutnya, hari ini dan di masa depan menjadi seorang wirausaha sukses tidak cukup hanya mengandalkan street smart.

Halaman:

Editor: A Toha Almansur

Sumber: rilis

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X