Khutbah Jumat: 3 Anggapan Keliru Umat Manusia tentang Diri dan Perbuatannya

- Kamis, 8 September 2022 | 20:14 WIB
Ilustrasi, Materi Khutbah Jumat 9 September 2022, tentang Tiga Anggapan Keliru yang sering dimiliki umat manusia  (Th)
Ilustrasi, Materi Khutbah Jumat 9 September 2022, tentang Tiga Anggapan Keliru yang sering dimiliki umat manusia (Th)

HALLO JAKARTA - Allah swt telah menciptakan manusia tanpa main-main. Ada maksud dan tujuan mengapa manusia diciptakan. Namun sayang sekali, begitu banyak manusia yang memiliki anggapan-anggapan yang keliru dalam menjalani kehidupan ini. Akibatnya, banyak sekali manusia yang tidak bisa menjalani kehidupan sebagaimana yang dikehendaki Allah swt.

Di dalam Al-Quran, Allah swt menginformasikan dan menjelaskan berbagai anggapan keliru manusia sekaligus meluruskannya. 

Dalam buku 170 MATERI DAKWAH PILIHAN, Ust. Drs. H. Ahmad Yani menyebutkan 17 anggapan keliru manusia yang disebutkan dalam Al Quran. Pada kesempatan khutbah Jumat yang singkat ini, kita bahas tiga saja.

Pertama, Iman Tidak Diuji. Banyak orang mengaku beriman kepada Allah swt. Bagi mereka, ini penting untuk bisa mendapatkan status sebagai seorang mukmin dihadapan kaum muslimin, mereka melakukan ini sekadar untuk menarik simpati atau mendapatkan pengaruh dari kaum muslimin. Manakala manusia mengaku beriman tanpa bisa membuktikan kepribadian sebagai seorang mukmin, maka ia tidak bisa diakui keimanannya, Allah swt berfirman: 

Diantara manusia ada orang yang mengatakan: "kami beriman kepada Allah dan hari akhir", padahal mereka bukanlah orang-orang yang beriman (QS Al Baqarah [2]:8).

Namun mereka tidak menyadari bahwa setiap kali orang yang telah mengaku beriman pasti akan mendapatkan ujian agar bisa dibuktikan kualitas keimanannya, Allah swt berfirman:

Apakah manusia dibiarkan begitu saja menyatakan dirinya beriman, padahal belum diuji. Sungguh orang terdahulu sudah diuji, sehingga menjadi jelas mana yang betul-betul beriman dan mana yang dusta (QS Al Ankabut [29]:2-3).

Dalam kaitan dengan ujian, hal lain yang tidak boleh disalahpahami oleh manusia adalah bahwa ujian itu tidak hanya berupa hal-hal yang tidak menyenangkan. Ujian bisa juga berupa hal-hal yang menyenangkan bila ditinjau dari sisi duniawi. Karena itu setiap mukmin  harus menyadari bahwa iman pasti diuji, bila ia mengalami hal-hal yang menyenangkan dalam hidupnya ia tidak akan sampai lupa diri dan bila mengalami hal-hal yang menyulitkan atau menyengsarakan ia tidak akan putus asa, Allah swt berfirman:

Setiap yang bernyawa pasti akan mati, Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan, kepada Kamilah kamu semua akan kembali (QS Al Anbiya [21]:35).

 

Halaman:

Editor: A Toha Almansur

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X