Khutbah Jumat: Empat Amal yang Berat Dilakukan

- Jumat, 16 September 2022 | 12:57 WIB
Ilustrasi, Khutbah Jumat Empat Amal yang berat dilaksanakan  (Th)
Ilustrasi, Khutbah Jumat Empat Amal yang berat dilaksanakan (Th)

HALLO JAKARTA - Naskah Khutbah Jumat edisi 20 Safar 1443/16 September 2022 berjudul 'Empat Amal yang Berat dilaksanakan'.

Tulisan ini dikutip dari buku 'Khutbah Jumat Sistematis' karya Ustadz Ahmad Yani yang diterbitkan oleh Penerbit Khairru Ummah Jakarta tahun 2011.

Jamaah sekalian yang berbahagia

Menjadi Muslim memang tidak hanya sekedar pengakuan, karenanya sebagai muslim setiap kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk membuktikan keislaman kita dalam sikap dan tingkah laku sehari-hari, meskipun kita mengalami banyak kesulitan, baik dalam diri kita sendiri maupun pihak lain.

Namun kesulitan dalam perkara bukan berarti perkara itu tidak bisa dilakukan, diperlukan kesungguhan yang kuat dari diri kita untuk bisa melaksanakannya.

Khalifah Ali bin Abi Thalib sebagaimana yang dikutip oleh Imam An Nawawi Al Bantani dalam kita Nashaihul Ibad mengemukakan tentang amal yang sulit untuk dilaksanakan:

“Amalan yang sulit ada empat, yaitu: memberi maaf ketika marah, bermurah hati ketika sulit, iffah (memelihara diri dari yang haram) ketika sendirian, dan mengatakan sesuatu yang benar, baik kepada orang yang disegani maupun orang yang mengharapkannya.”

Dari ungkapan Khalifah Ali r.a di atas, ada empat perkara meskipun sulit kita tetap harus berusaha untuk bisa melaksanakannya dalam kehidupan ini.

Pertama, memberi maaf ketika marah. Ketika seseorang melakukan kesalahan kepada kita membuat kita mengalami kerugian, maka muncullah kekesalan atau kemarahan kita kepada orang tersebut, bahkan tidak sedikit orang yang melampiaskan kemarahannya dengan sikap, ucapan dan tindakan yang lebih buruk  dari kesalahan yang dilakukan orang tersebut. Karena itu, memaafkan merupakan sesuatu yang jauh lebih baik, apalagi pada saat begitu marah.

Dalam hidup ini banyak orang yang bersikap dan berperilaku yang tidak menyenangkan, karenanya hal ini menuntut kelapangan dada sehingga memberi maaf dalam bentuk ucapan dan bukan sekedar memberi maaf di dalam hati merupakan hal yang amat terpuji hingga hal itu menjadi lebih baik daripada sedekah disertai dengan ucapan yang tidak menyenangkan bagi penerimanya, Allah swt berfirman:

Halaman:

Editor: A Toha Almansur

Sumber: Buku

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X