Khutbah Jumat 23 September 2022: Aneh Tapi Nyata, Fenomena yang Terjadi dari Dulu Hingga Sekarang

- Jumat, 23 September 2022 | 08:07 WIB
Ilustrasi Khutbah Jumat 23 September 2022, Aneh tapi Nyata  (Th)
Ilustrasi Khutbah Jumat 23 September 2022, Aneh tapi Nyata (Th)

HALLO JAKARTA - Naskah Khutbah Jumat edisi Jumat 23 September 2022 atau bertepatan dengan 26 Safar 1444 H berjudul Aneh Tapi Nyata. 

Semoga bisa menjadi renungan bagi kita semua dan di hari Jumat yang penuh barokah ini.

Kaum Muslimin Rahimakumullah

Dalam kehidupan ini, kita dapati ada manusia yang sikap dan prilakunya sangat aneh. Seringkali bertolak belakang antara sikap dan ucapan dengan perbuatannya sehari-hari. Sejak dulu ini sudah terjadi dan Alquran meluruskannya. Maka, bila hal itu masih terjadi pada diri kita, ini namanya aneh tapi nyata

Pada kesempatan khutbah yang singkat ini, kita bahas dua sikap dan prilaku yang aneh tapi nyata, jangan sampai ini ada pada diri kita.

Pertama, Tidak Konsekuen. Ketika kita memerintahkan kebaikan kepada orang lain, maka seharusnya kitapun melaksanakan perintah itu. Jangan sampai kita hanya menyuruh tapi justeru yang kita suruh itu tidak kita laksanakan atau kita melarang tapi yang dilarang itu justeru kita lakukan. 

Di negeri kita, banyak kita dapati orang-orang yang tidak konsekuen. Perhatikanlah ada orang yang menyerukan jangan korupsi, tapi ia justeru pelakunya, perhatikanlah orang yang menyerukan agar taat hukum, tapi ia sendiri mengkhianati hukum, bahkan mempermainkan hukum hingga penegak hukum justeru meruntuhkan hukum itu sendiri. Perhatikan pula orang yang menyerukan tertib lalu lintas, tapi ia sendiri melakukan yang bertentangan dengan ketertiban, begitulah seterusnya.     

Dalam sejarah turunnya ayat Alquran, sebagaimana disebutkan dalam buku Asbabun Nuzul Tematik yang ditulis oleh Ustadz Drs. H. Ahmad Yani, Ibnu Abbas menceritakan seperti yang diriwayatkan dari Al Wahidi dan Ats Tsa’labi dari jalur Al Kalbi dari Abu Shaleh: Salah seorang Yahudi Madinah berkata kepada anggota keluarganya seperti menantu, kerabat dan orang-orang yang punya hubungan sesusuan dengannya  yang semuanya sudah menjadi muslim “Tetaplah pada agama kalian dan apa yang diperintahkan oleh orang itu (Muhammad saw) karena apa yang diperintahkannya adalah benar.”

Orang-orang Yahudi memang suka menganjurkan kepada banyak orang untuk melakukan kebaikan, meskipun mereka sendiri tidak melakukannya. Karena itu, Allah swt menurunkan firman-Nya:

“Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidakkah kamu berpikir?” (QS Al Baqarah [2]:44)

Halaman:

Editor: A Toha Almansur

Sumber: Ustadz Ahmad Yani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X