Tragedi Kanjuruhan, LaNyalla Sesalkan Penggunaan Gas Air Mata untuk Tangani Kerusuhan Suporter Bola

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 14:20 WIB
Ilustrasi: Poster duka cita atas peristiwa Tragedi Kanjuruhan yang beredar di media sosial  (GraciasFans_INA)
Ilustrasi: Poster duka cita atas peristiwa Tragedi Kanjuruhan yang beredar di media sosial (GraciasFans_INA)

HALLO JAKARTA - Menanggapi Tragedi Kanjuruhan, Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menyesalkan pola penanganan terhadap suporter yang turun ke stadion oleh polisi dengan menghajar dan menembaki gas air mata, sehingga terimbas kepada penonton yang ada di tribun.

Akibat kepanikan massal dan dampak dari gas air mata, sehingga terjadi Tragedi Kanjuruhan dimana ratusan orang berdesakan yang ingin keluar dari tribun menjadi korban. Saat siaran pers ini dibuat, terdapat informasi jumlah korban mencapai 129 orang.

“Larangan penggunaan gas air mata itu telah diatur FIFA dan tertuang pada Bab III tentang Stewards, pasal 19 soal Steward di pinggir lapangan. Jelas ditulis; Dilarang membawa atau menggunakan senjata api atau gas pengendali massa," tukas LaNyalla dalam rilis yang diterima redaksi, Minggu (2/10/2022).

Mantan Ketua Umum PSSI itu juga menilai hal itu membuktikan lemahnya koordinasi. Padahal sebelum match, pasti ada rakor pengamanan antara Panpel dengan Kepolisian.

“Entah apa alasan yang membuat polisi menembakkan gas air mata ke tribun, sehingga membuat kepanikan massal,” tandas LaNyalla yang sedang kunjungan kerja di Jawa Timur, Minggu.

Mantan Ketua Badan Timnas PSSI ini mengatakan, strategi evakuasi yang utama adalah mengamankan pemain, dan itu sudah dilakukan.

"Selanjutnya tinggal mencegah penonton melakukan perusakan atau saling serang antara dua kubu. Sambil semua pintu keluar dan jalur evakuasi dibuka untuk pengosongan stadion," ujarnya 

Senator asal Jawa Timur itu menambahkan, pengosongan tribun dengan menembakkan gas air mata, jelas menyalahi aturan FIFA.

Dunia sepakbola tanah air berduka. Ratusan pendukung Arema meninggal setelah terjadi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang. Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menyebut peristiwa ini menjadi catatan kelam sepakbola nasional.

LaNyalla yang turut berdukacita atas peristiwa tersebut, meminta semua stakeholder sepakbola nasional melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.

Halaman:

Editor: A Toha Almansur

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gol Bunuh Diri

Minggu, 27 November 2022 | 06:03 WIB

Korban Meninggal Gempa Cianjur Terus Bertambah

Selasa, 22 November 2022 | 06:42 WIB
X