Ketum PP 'Asyiyah Noordjannah Djohantini: Gerakan ‘Aisyiyah Wujudkan Perempuan Berkemajuan

- Jumat, 18 November 2022 | 11:02 WIB
Ketua Umum PP 'Aisiyah Siti Noordjannah Djohantini dalam pidato Iftitah Tanwir 'Aisyiyah di Surakarta Jumat 18 November 2022 (Ist)
Ketua Umum PP 'Aisiyah Siti Noordjannah Djohantini dalam pidato Iftitah Tanwir 'Aisyiyah di Surakarta Jumat 18 November 2022 (Ist)

HALLO JAKARTA - Ketua Umum Pimpinan Pusat'Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini mengungkapkan, Muktamar 48 ‘Aisyiyah mengambil tema “Perempuan Berkemajuan Mencerahkan Peradaban Bangsa”.

Tema tersebut menurut Noordjannah menunjukkan ikhtiar dan kontribusi perempuan berkemajuan dalam mencerahkan kehidupan bangsa.

Tema tersebut juga merujuk pada visi Gerakan ‘Aisyiyah di abad kedua sebagaimana tercantum dalam Pokok Pikiran ‘Aisyiyah Abad Kedua.

Menurut Noordjannah, terdapat tiga visi gerakan, yaitu Islam Berkemajuan, Gerakan Pencerahan, dan Perempuan Berkemajuan, yaitu berkembangnya perempuan berkemajuan di lingkungan keumatan, bangsa, dan ranah global sebagai insan pelaku perubahan untuk mewujudkan peradaban utama.

Perempuan Berkemajuan, ungkap Noordjannah, bukan sosok fisik, tetapi alam pikiran dan kondisi kehidupan yang maju tanpa mengalami hambatan dan diskriminasi secara structural maupun kultural.

“Aisyiyah memiliki pijakan yang kuat untuk mendorong perempuan menjadi warga perempuan yang maju, di situlah letak ‘Aisyiyah memperjuangkan kehidupan perempuan, keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan universal,” ujar Noordjannah dalam pidato Iftitah Sidang Tanwir 'Aisyiyah yang berlangsung di Gedung Siti Walidah Universitas Muhammadiyah Surakarta, Jumat (18/11/2022).

Sidang Tanwir 'Aisyiyah berlangsung di Gedung Siti Walidah Universitas Muhammadiyah Surakarta yang melekat pada Muktamar ‘Aisyiyah.

Sidang Tanwir diikuti oleh 165 peserta berasal dari anggota PP ‘Aisyiyah, Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah, dan utusan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah ini, mengagendakan pengesahan materi Muktamar 48 ‘Aisyiyah dan pemilihan calon tetap anggota PP ‘Aisyiyah dari 105 calon menjadi 39 calon.

Noordjannah menambahkan, Tanwir Muktamar kali ini mungkin berbeda secara teknis. Namun, Noordjannah menegaskan, “Secara substansi, Tanwir dan Muktamar ‘Aisyiyah sudah sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagai regulasi organisasi.”

Menurut Noordjannah, Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah telah mengupayakan cara untuk melaksanakan Muktamar ini dengan cara sebaik-baiknya untuk menghindarkan diri dari kemudharatan di tengah situasi Covid-19.

Halaman:

Editor: A Toha Almansur

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gol Bunuh Diri

Minggu, 27 November 2022 | 06:03 WIB

Korban Meninggal Gempa Cianjur Terus Bertambah

Selasa, 22 November 2022 | 06:42 WIB
X