Ikatan Dai Indonesia IKADI Selenggarakan Rakornas Ke-2

- Sabtu, 21 Januari 2023 | 19:40 WIB
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nurwahid saat membuka Rakornas ke-2 IKADI di NTB (UAY)
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nurwahid saat membuka Rakornas ke-2 IKADI di NTB (UAY)

HALLO JAKARTA - Ikatan Dai Indonesia (IKADI) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ke-2 di Hotel Aruna, Senggigi, Nusa Tenggara Barat mulai Jumat (20/1) hingga Ahad (22/1).

Rakornas IKADI mengangkat tema "Menguatkan Dakwah Islam Rahmatan Lil’alamin untuk Sinergi Umat dan Bangsa Menuju Indonesia Maju” .

Menurut keterangan dari pengurus DPP IKADI Ustadz Ahmad Yani, Rakornas dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nurwahid dan dihadiri 250 peserta dari seluruh Indonesia yang terdiri dari Pengurus Pusat, Pengurus Wilayah (Provinsi) dan Pengurus Daerah (Kabupaten/Kita).

Wakil Presiden KH Maruf Amin memberikan sambutan secara online sedangkan dari pejabat Provinsi Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd. mewakili Gubernur NTB yang berhalangan hadir karena sedang tugas dinas ke luar negeri.

Rakornas IKADI merupakan konsolidasi pengurus secara nasional sekaligus sosialisasi kebijakan dan program yang diputuskan dalam Musyawarah Nasional tahun lalu di Depok.

"Semangat yang tinggi dan tanggung jawab yang besar dalam dakwah insya Allah membuat dakwah IKADI semakin dirasakan oleh masyarakat," ujar Ustadz Ahmad Yani kepada Hallojakarta com, Ahad (22/1).

Rakornas IKADI juga memberikan penghargaan kepada para tokoh diantaranya diberikan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Wahyu Sakti Trenggono sebagai Menteri Peduli Dakwah & Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir dan penghargaan kepada para tokoh lain yang memberikan kontribusi dalam pengembangan dakwah.

Harapan Wapres
Sementara itu Wakil Presiden RI KH Maruf Amin mengharapkan IKADI menyusun strategi dakwah yang menjadikan Islam sebagai Rahmatan Lil Al-Amin.

Dikutip dari wapresri.go.id, Maruf Amin menyatakan kemajuan teknologi, selain membawa banyak manfaat juga berpotensi membawa disrupsi di masyarakat. Apabila tidak disikapi dengan baik, disrupsi dapat mengakibatkan masuknya paham-paham radikal yang dapat memecah belah bangsa maupun antarumat beragama.

Oleh karena itu, diperlukan penyebaran narasi kerukukan yang sesuai dengan ajaran Islam yang Rahmatan Lil ‘Alamin (rahmat bagi semesta) agar paham radikal tidak menguasai masyarakat dan memberi dampak negatif di Indonesia.

Halaman:

Editor: A Toha Almansur

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polda NTB Tangkap Dalang Curas di Lombok Tengah

Senin, 16 Januari 2023 | 20:18 WIB
X