Stasiun Pasar Senen, Penampilannya Semakin Keren

- Minggu, 13 Februari 2022 | 18:56 WIB
Suasana Stasiun Pasar Senen di malam hari. (Achmad Marzoeki)
Suasana Stasiun Pasar Senen di malam hari. (Achmad Marzoeki)

HALLO JAKARTA - BAGI para pengguna jasa transportasi kereta api, baik kelas ekonomi, bisnis maupun eksekutif, nama Stasiun Pasar Senen tentu sudah tak asing lagi. Karena kereta api antar kota yang berangkat dari stasiun ini melayani ketiga kelas tersebut. Berbeda dengan Stasiun Gambir yang hanya melayani kelas eksekutif dan kelas bisnis untuk jurusan tertentu.

Karena itu, Stasiun Pasar Senen menjadi pintu keluar dan masuk bagi masyarakat yang hendak pergi dari Jakarta atau sebaliknya, datang ke Jakarta, khususnya dari arah timur. Baik melalui jalur kereta api lokal maupun kereta api antar kota.

Seiring pembenahan yang terus dilakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dalam melayani pengguna jasa kereta api, Stasiun Pasar Senen juga ikut dibenahi.

Ada tiga pintu masuk menuju Stasiun Pasar Senen, sesuai sarana tranportasi yang digunakan. Bagi pengguna mobil, pintu masuk dari arah selatan (kanan). Sedangkan pengendara sepeda motor masuk dari pintu arah utara (kiri) yang bersebelahan dengan pintu keluar mobil. Bagi pengguna kendaraan umum atau pejalan kaki, pintu masuk dari depan, melewati plaza yang cukup luas.

Tulisan nama Stasiun Pasar Senen di depan pintu masuk bagi pejalan kaki sempat mengalami kerusakan. (Achmad Marzoeki)

Sebagai pintu masuk yang sekaligus menjadi halaman muka Stasiun Pasar Senen, pintu depan selain dipercantik juga dipelihara dengan baik. Terbukti saat terjadi kerusakan pada tulisan Pasar Senen di halaman depan dengan cepat diperbaiki kembali.

Berbeda dengan tempat-tempat lainnya, ada kerusakan, hanya karena dianggap sedikit, tak kunjung diperbaiki walau sudah lama.

Tulisan nama Stasiun Pasar Senen yang sempat rusak, dengan cepat telah diperbaiki lagi. (Achmad Marzoeki)

Setelah memasuki areal Stasiun Pasar Senen, tak seperti dulu langsung disuguhi kesemrawutan. Calon penumpang dan pengantarnya berbaur dengan pedagang asongan, ojek atau taksi yang menawarkan jasanya.

Sekarang hal itu sesekali mungkin masih kita temui di dekat pintu stasiun. Kalaupun ada yang nekad sampai masuk beranda stasiun tak berani terlalu terang-terangan menawarkan jasanya. Karena bila diketahui akan diusir petugas stasiun.

Halaman:

Editor: Achmad Marzoeki

Sumber: reportase lapangan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jaringan Ulama Revolusi

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 06:38 WIB

Arsitektur Multikultural di Masjid Angke

Jumat, 5 Agustus 2022 | 08:12 WIB

Sejarah Halal Bihalal

Jumat, 8 April 2022 | 07:11 WIB

Stasiun Pasar Senen, Penampilannya Semakin Keren

Minggu, 13 Februari 2022 | 18:56 WIB
X