Ini Kisah Anggota DPR RI Dedi Mulyadi Punya 3 Juta Pengikut di YouTube

- Minggu, 23 Januari 2022 | 14:36 WIB
Anggota DPR RI, Dedi Mulyadi semprot pegawai Pemda yang membiarkan warga membangun rumah dan melewati batas sungai. /Instagram/@dedimulyadi71  PIKIRAN RAKYAT - Mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dikenal sangat aktif berkeliling wilayahnya, untuk melihat langsung kondisi masyarakat.  Dedi Mulyadi pun sering mengunggah momennya saat berkeliling ke seluruh wilayah Purwakarta, di kanal YouTube pribadinya.  Baru-baru ini Dedi Mulyadi kedapatan menyemprot seorang pejabat pemerintah daerah, lantaran dinilai tak tegas dalam mengurus tanah.  Hal itu dilakukan saat Dedi melihat sebuah rumah yang nekat dibangun melewati batas sungai.  Baca Juga: Baru Bahagia Pindah ke AS, Maia Estianty Umumkan Idap Penyakit Langka yang Tak Bisa Sembuh   Wakil Ketua Komisi IV DPR RI itu memang ingin menertibkan lingkungan di wilayah Purwakarta, agar tak ada pihak yang dirugikan.  Saat sampai di sebuah desa, Dedi langsung geram ketika melihat rumah milik warga dibangun, dan melanggar batas sungai.  Ia pun langsung memanggil pihak pemerintah daerah (pemda) yang mengurus pertanahan.
Anggota DPR RI, Dedi Mulyadi semprot pegawai Pemda yang membiarkan warga membangun rumah dan melewati batas sungai. /Instagram/@dedimulyadi71 PIKIRAN RAKYAT - Mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dikenal sangat aktif berkeliling wilayahnya, untuk melihat langsung kondisi masyarakat. Dedi Mulyadi pun sering mengunggah momennya saat berkeliling ke seluruh wilayah Purwakarta, di kanal YouTube pribadinya. Baru-baru ini Dedi Mulyadi kedapatan menyemprot seorang pejabat pemerintah daerah, lantaran dinilai tak tegas dalam mengurus tanah. Hal itu dilakukan saat Dedi melihat sebuah rumah yang nekat dibangun melewati batas sungai. Baca Juga: Baru Bahagia Pindah ke AS, Maia Estianty Umumkan Idap Penyakit Langka yang Tak Bisa Sembuh Wakil Ketua Komisi IV DPR RI itu memang ingin menertibkan lingkungan di wilayah Purwakarta, agar tak ada pihak yang dirugikan. Saat sampai di sebuah desa, Dedi langsung geram ketika melihat rumah milik warga dibangun, dan melanggar batas sungai. Ia pun langsung memanggil pihak pemerintah daerah (pemda) yang mengurus pertanahan.

 

HALLO JAKARTA – Kebiasan memviralkan kegiatan pejabat publik ternyata berdampak positif. Meski banyak yang mencibir sebagai pencitraan toh banyak pula yang menilai positif karena publik juga berhak tahu apa kegiatan seorang pejabat.

Salah seorang pejabat yang gemar memposting kegiatannya di chanel Youtube adalah anggota DPR RI Dedi Mulyadi. Mantan bupati Purwakarta ini sejak 2017 memang gemar memposting kegiatannya. Tak heran akibat hobinya itu hingga kini jumlah pengikut terbanyak di akun YouTube-nya dengan tiga juta subscriber.

“Bagi saya ini sebuah kebahagiaan. Dengan tiga juta subscriber Dedi Mulyadi, sekarang kinerja saya mendapat respons positif,” ujarnya, di Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu.

Terhitung sejak Jumat 21 Januari 2022, jumlah pengikut akun YouTube Dedi Mulyadi, Kang Dedi Mulyadi Channel telah menembus tiga juta subscriber.

Akun YouTube Kang Dedi Mulyadi itu dibuat sejak 17 November 2017. Namun Dedi baru aktif mengunggah berbagai macam video ke channel YouTube-nya sekitar awal Januari 2020 saat ia aktif sebagai anggota DPR RI.

Dalam kurun waktu 1 tahun lebih atau 31 Maret 2021 akun YouTube Dedi Mulyadi berhasil tembus hingga 1 juta subscriber hingga diganjar Gold Play Button.

Terus, tepat pada pertengahan Oktober 2021 atau tujuh bulan sebelumnya akun YouTube Dedi tembus hingga dua juta subscriber. Saat ini  dalam kurun waktu dua bulan, jumlah subscriber kembali bertambah berlipat menjadi tiga juta pengikut.

Saat ini total ada 1.898 video yang diunggah Dedi Mulyadi di akun YouTube-nya. Secara keseluruhan hingga Sabtu 22 Januari 2022 dini hari video tersebut telah ditonton 623,1 juta kali.

Salah satu video paling popular adalah saat Kang Dedi Mulyadi ngamuk saat mendapat aduan warga adanya alih fungsi hutan bambu menjadi kebun pisang. Video yang diunggah lima bulan lalu itu ditonton hingga 6,3 juta kali.

Video yang diunggah oleh Dedi Mulyadi beragam. Tidak hanya soal kehidupan sehari-hari dan keluarga, sejumlah video juga banyak yang berisi kisah inspiratif  perjalanan Dedi bertemu dengan masyarakat.

Sejumlah kegiatan Dedi sebagai anggota DPR RI juga diunggah dalam akun YouTube-nya.

Terkait jumlah subscriber yang telah mencapai tiga juta pengikut, Dedi Mulyadi merasa bersyukur dan terima kasih.
 
“Hatur nuhun, terima kasih. Semoga bisa terus menginspirasi dan menebar cinta pada sesama. Karena berbagi tak akan mengurangi,” ucap Dedi.

Dedi berharap dengan mengunggah berbagai kegiatan di kanal YouTube bisa mengubah citra seorang anggota DPR di mata masyarakat.

“Jujur saja selama ini anggota DPR selalu salah di mata publik, tidak pernah ada benarnya. Contohnya kalau pejabat eksekutif ke luar negeri tidak pernah jadi sorotan, tapi beda dengan Anggota DPR. Begitu juga soal gaji, padahal banyak pejabat yang gajinya lebih besar tapi tidak pernah menjadi sorotan,” ucap Dedi.

Menurutnya, pencapaian saat ini tidak lepas dari penilaian masyarakat yang mulai terbuka dengan kinerja anggota DPR RI karena patut diakui apa pun yang dilakukan seorang anggota legislatif akan selalu salah di mata masyarakat.

Dalam unggahannya beberapa waktu lalu Dedi menjelaskan bahwa video yang diunggah adalah kejadian asli tanpa "gimmick" atau settingan.

“Jadi kalau ada orang yang bilang buat konten, saya mah tidak pernah bikin konten, yang ada hanyalah perjalanan yang direkam oleh kamera kemudian diposting,” ujar Dedi Mulyadi.

Menurutnya, hal tersebut dilakukan karena kini memasuki abad digital sehingga setiap kegiatan dan pekerjaan bisa dilihat langsung oleh masyarakat.

“Kita sebagai pejabat publik kalau tidak mempublikasikan apa yang dilakukan nanti disangka dianggap tidak ada kerjaan,” katanya.

Tapi, kata Dedi, apa yang ia lakukan banyak dinilai sebagai bentuk pencitraan. Hal tersebut dibenarkan karena setiap pejabat publik harus punya citra dan citra itu harus dilakukan secara konsisten.

“Bukan pura-pura atau dadakan, ada kamera pura-pura pungut sampah, ada kamera pura-pura peluk orang miskin, di depan kamera empatinya tinggi, bukan itu. Tapi ada kamera atau tidak ya tetap kita melakukan apa yang menjadi tradisi hidup kita,” katanya.

Pada akhirnya citra tersebut akan terbangun dari mulut ke mulut. Dalam bahasa Sunda, Dedi menyebutnya dengan istilah "sabiwir hiji".

 “Dalam Sunda itu jadi sabiwir hiji, menjadi satu cerita tokoh yang diceritakan banyak orang. Itu dalam ilmu politik sekarang disebut popularitas,” katanya.  (Zul)

Editor: Zulfikri

Tags

Terkini

Jaringan Ulama Revolusi

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 06:38 WIB

Arsitektur Multikultural di Masjid Angke

Jumat, 5 Agustus 2022 | 08:12 WIB

Sejarah Halal Bihalal

Jumat, 8 April 2022 | 07:11 WIB

Stasiun Pasar Senen, Penampilannya Semakin Keren

Minggu, 13 Februari 2022 | 18:56 WIB
X