Dilema Indonesia Perihal Ukraina War

- Sabtu, 23 April 2022 | 12:08 WIB
Foto Gedung pertemuan Menkeu dan Gubernur Bank Sentral G20. Dalam pertemuan dimana masalah Ukraina War (Ukraina Rusia) mengemuka dalam sikap peserta (Swarajyamag.com)
Foto Gedung pertemuan Menkeu dan Gubernur Bank Sentral G20. Dalam pertemuan dimana masalah Ukraina War (Ukraina Rusia) mengemuka dalam sikap peserta (Swarajyamag.com)

 

HALLO JAKARTA - Memimpin sidang Menkeu dan Gubernur Bank Sentral G20 di Washington di tanggal 20-an April 2022 mungkin tak mengenakan Menkeu RI Mulyani. Giliran wakil Rusia bicara secara virtual dari negerinya, utusan USA, UK, dan Kanada tinggalkan ruang sidang. Bahkan usai wakil Rusia itu pidato, secara virtual wakil Kanada bicara pada wakil Rusia yang pidato itu dengan kecaman-kecaman keras.

Gubernur Bank Sentral Inggris Andrew Bailey yang melakukan walk out pada 20 April dari sidang itu menyatakan kegusarannya atas perbuatan Rusia menyerang Ukraina yang dianggapnya sebagai serangan terhadap tatanan kehidupan bersama.

Andrew juga menyinggung negara-negara India, Indonesia, China, dan Afrika Selatan yang tidak ikut sama-sama negara Barat memberi sanksi ekonomi kepada Rusia.

Di depan Dubes-dubes negara Uni Eropa KSP Muldoko berkata Indonesia tak berpihak kepada siapa-siapa dalam konflik Ukraina vs Rusia.

Pada hari-hari pertama pengepungan USA dan mitra terhadap RRC, Presiden USA berkata yang netral terhadap masalah ini Amerika Serikat anggap sebagai lawan.

Indonesia di PBB juga netral saat voting penangguhan keanggotaan Rusia di Dewan HAM PBB.

The West agaknya juga tak berkenan dengan sikap negara-negara yang tidak ikut memberi sanksi ekonomi kepada Rusia. Misal saja masih mau beli minyak mentah dari Rusia.
Dalam periode pemerintahan sekarang agak sulit pahami polugri Indoneia karena Menlu tampaknya pendiam. Sehingga yang menerima Dubes Amerika tanggal 22 April kemarin Kastaf Presiden.

Betapapun Indonesia dipuji oleh media Rusia karena berani melawan intimidasi Amerika dan sekutunya (Sriwijaya Post).

Apa pun, statement Gubernur Bank Sentral Inggris dan pertemuan Dubes-dubes Uni Eropa dengan Kastaf Presiden materinya mempersoalkan kebijakan polugri pemerintah Jokowi terkait konflik Rusia vs Ukraina. The West menuntut keberpihakan karena invasi Rusia ke Ukraina tak ada dasar dan sebuah kejahatan perang.

Halaman:

Editor: A Toha Almansur

Sumber: Catatan Babe

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Isa Anshori Masyumi dan DN Aidit PKI Semeja Makan, Lho?

Minggu, 25 September 2022 | 07:56 WIB

Club Motor Ismail Marzuki (Betawi Berprestasi I)

Jumat, 23 September 2022 | 06:06 WIB

Come September, Bulan Yang Dinanti

Senin, 19 September 2022 | 06:32 WIB

Mat B atau Ahmad Bey Sosok Jagoan dari Senen

Minggu, 14 Agustus 2022 | 06:50 WIB

Masnah, Sang Maestro Gambang Kromong

Kamis, 30 Juni 2022 | 06:50 WIB

Dunia Melayu Abdul Khalik Gang Kelingkit

Kamis, 16 Juni 2022 | 06:16 WIB

Masjid Kebayuran dan Buya Hamka

Jumat, 10 Juni 2022 | 07:39 WIB

Manuver Partai Non KIB

Selasa, 7 Juni 2022 | 07:12 WIB

lndonesia Bersatu, Pas Berpeluang Pas Cocok

Senin, 6 Juni 2022 | 06:26 WIB

Aksi Massa Masa ke Masa, Pro Fahmi Idris

Kamis, 26 Mei 2022 | 07:34 WIB

Haji Jap A Siong

Jumat, 13 Mei 2022 | 07:54 WIB

Arya Ranamanggala ZION yang Syahbandar

Selasa, 10 Mei 2022 | 08:51 WIB

Syahbandar Sunda Kalapa Wa Item

Senin, 9 Mei 2022 | 08:19 WIB
X