Arya Ranamanggala ZION yang Syahbandar

- Selasa, 10 Mei 2022 | 08:51 WIB
Foto Cover buku De Stad van Coen oleh D. Van der Zee, 1922, Buku ini menguak tokoh Arya Ranamanggala Syahbandar Sunda Kelapa dan mempertanyakan eksistensi Jayakarta (Cabe)
Foto Cover buku De Stad van Coen oleh D. Van der Zee, 1922, Buku ini menguak tokoh Arya Ranamanggala Syahbandar Sunda Kelapa dan mempertanyakan eksistensi Jayakarta (Cabe)

HALLO JAKARTA - Van der Zee seorang penulis sejarah yang bersahabat dengan MH Thamrin. Buku yang ditulisnya fokus pada time frame 1602-1619 pada saat mana Syahbandar Sunda Kalapa Arya Ranamanggala. Van der Zee juga meragukan gelar prince di depan nama Jayakarta, Zee selalu menulisnya dengan membubuhi under quote and quote: "prince".

Saya menolak bahwa nama Jakarta dari Jayakarta. Zee menulis orang ini muncul di Jakarta 1610 dan menghilang tahun itu juga. Juan Barros pada tahun 1485 sudah mentranskrip toponim Majakatera dengan Jakatera, yang oleh Tom Pires 1512 ditulis Lacatra atau Jacatra. Nama Jakarta tak terkait dengan nama orang tadi yang baru muncul 1610 dan menghilang di tahun yang sama.

Orang Arya yang berdiam di perbatasan Asia minor dan India memakai Arya di depan namanya.

Arya Ranamanggala artinya rabbi yang berkalung tasbih. Rabbi? Yes. Orang Arya dari perbatasan India itu banyak yang menjalankan ritual Zion atau Sion dalam istilah mereka sendiri. Karenanya hunian mereka di Mangga Dua disebut Sionka, kampung Sion.

Diperkirakan mereka masuk Jakarta XVI M. Mereka bisnis uang yang disebut pinangsia dari kata financien.

Mereka membangun tembok ratapan yang masih ada di Jalan Tongkol, Kota. Tongkol bukan nama ikan tapi artinya ratapan. Tembok ratapan di Jalan Tongkol lengkap dengan loji, tempat bermalam. Ada arkaeolog DKI yang dengan jenaka menyebut situs ini kasteel Batavia.

Aria Ranamnggala yang berani menolak permintaan VOC untuk bangun kantor di kompleks Sunda Kalapa II pada 1619.

Awalnya sejak 1602 orang-orang Belanda menginap berbayar di loji Sunda Kalapa. VOC akhirnya berkantor di pulau Kapal yang mereka ganti namanya jadi Onrust. Di Onrust sudah banyak bangunan kosong yang ditinggal begitu saja oleh orang Caucasia. Tak ada bangunan Belanda di Onrust.

Coen membangun perumahan Belanda di Kalimati yang mereka sebut Binnenstad. Baru pada 1707 VOC bangun Stadhuis di kawasan yang disebut Kota Tua.

Nama Arya Ranamanggala dilestarikan sebagai toll gate ke bandara Soetta dari Jakarta Barat. (Ridwan Saidi)

Halaman:

Editor: A Toha Almansur

Sumber: Catatan Babe

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Masnah, Sang Maestro Gambang Kromong

Kamis, 30 Juni 2022 | 06:50 WIB

Dunia Melayu Abdul Khalik Gang Kelingkit

Kamis, 16 Juni 2022 | 06:16 WIB

Masjid Kebayuran dan Buya Hamka

Jumat, 10 Juni 2022 | 07:39 WIB

Manuver Partai Non KIB

Selasa, 7 Juni 2022 | 07:12 WIB

lndonesia Bersatu, Pas Berpeluang Pas Cocok

Senin, 6 Juni 2022 | 06:26 WIB

Aksi Massa Masa ke Masa, Pro Fahmi Idris

Kamis, 26 Mei 2022 | 07:34 WIB

Haji Jap A Siong

Jumat, 13 Mei 2022 | 07:54 WIB

Arya Ranamanggala ZION yang Syahbandar

Selasa, 10 Mei 2022 | 08:51 WIB

Syahbandar Sunda Kalapa Wa Item

Senin, 9 Mei 2022 | 08:19 WIB

Waterloo Daendels, Dimana shalat Ied?

Sabtu, 7 Mei 2022 | 09:16 WIB

Syekh Junaid Al Batawi, Ulama Betawi

Jumat, 6 Mei 2022 | 13:17 WIB

Likuran dan Taptu

Kamis, 5 Mei 2022 | 14:56 WIB

Dilema Indonesia Perihal Ukraina War

Sabtu, 23 April 2022 | 12:08 WIB

Demo 21 April 2022: Bertemu Gelombang

Jumat, 22 April 2022 | 13:10 WIB

Arkeologi: Bang Puasa Menunggu digantung

Kamis, 21 April 2022 | 07:50 WIB

Perubahan Tanpa Darah

Senin, 18 April 2022 | 10:35 WIB
X