Aksi Massa Masa ke Masa, Pro Fahmi Idris

- Kamis, 26 Mei 2022 | 07:34 WIB
Foto Demo 1966, Almarhum Fahmi Idris adalah salah satu tokoh angkatan 66 melalui KAMI (Cabe)
Foto Demo 1966, Almarhum Fahmi Idris adalah salah satu tokoh angkatan 66 melalui KAMI (Cabe)

HALLO JAKARTA - Pada awal tahun 1965 saya dan Fahmi Idris diutus HMI Jakarta ke Cirebon untuk training se-Jabar. Dari Jakarta ke Cirebon Kereta Api (KA) tak padat dan tak terlalu lambat tiba di tujuan. Pulangnya ke Jakarta KA penuh sesak dan stop di setiap SKA dan lama stopnya. Perut lapar, mau jajan duit sisa untuk ongkos becak pulang dari Gambir.

Penumpang banyak yang berjongkok saja tak dapat duduk. Tiba-tiba bahuku dicolek penumpang lain menawarkan logistik, aku OK, Fahmi menolak. Begitu berulang-ulang. Lama-lama kutengok Fahmi menekan-nekan perutnya, mungkin ia lapar. Setelah 11 jam KA masuk Gambir. Itu Fahmi Idris yang berpulang tanggal 22/5/2022.

Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia, KAMI, dibentuk 24/10/1965. Menteri PTIP Syaref Thayeb ada perannya dalam pembentukan KAMI. Di daerah-daerah juga dibentuk KAMI. KAMI Jaya, Jakarta Raya, membentuk Laskar Ampera Arif Rahman Hakim pimpinan Fahmi Idris.

KAMI menuntut Soekarno jatuh dan usung Tritura. Ini konsep yang jelas. Harga turunkan, bubarkan PKI, retool (rombak) kabinet. Apa yang mau diperjuangkan jelas dan dimengerti.

Aksi massa yang tengah berlangsung sejak tahun lalu kompak dalam hal menuntut Presiden turun. Gantinya? Ada yang kata Triumvirat. Kalau Presiden berhalangan tetap kabinetnya bubar.

Ada yang seraya tuntut Presiden turun, tuntut juga threshold 0%. Ada juga yang nyambi-nyambi dukung capres 2024.

Konsep semacam Tritura tidak ada yang disepakati bersama. Pernah dikiibar-kibar semboyan Reformasi Jilid II, berhubung kelihatannya tidak ada yang doyan langsung selulup sendiri.

Munculnya konsep Re-proklamasi dari kelompok Aseli, indikasi yang bagus. Apa pun gerakan massa yang hampir setahun ini ada fungsinya untuk perubahan politik.

Terakhir saya intens bertemu dengan Fahmi lebih setahun lalu. Bersama teman-teman lain kami berupaya pertahankan aset HMI berupa gedung yang mau dijual oknum. Gedung di Cikini ini hasil perjuangan Fahmi dkk pada tahun 1966.

Fahmi, selamat jalan. (Ridwan Saidi)***

Halaman:

Editor: A Toha Almansur

Sumber: Catatan Babe

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Isa Anshori Masyumi dan DN Aidit PKI Semeja Makan, Lho?

Minggu, 25 September 2022 | 07:56 WIB

Club Motor Ismail Marzuki (Betawi Berprestasi I)

Jumat, 23 September 2022 | 06:06 WIB

Come September, Bulan Yang Dinanti

Senin, 19 September 2022 | 06:32 WIB

Mat B atau Ahmad Bey Sosok Jagoan dari Senen

Minggu, 14 Agustus 2022 | 06:50 WIB

Masnah, Sang Maestro Gambang Kromong

Kamis, 30 Juni 2022 | 06:50 WIB

Dunia Melayu Abdul Khalik Gang Kelingkit

Kamis, 16 Juni 2022 | 06:16 WIB

Masjid Kebayuran dan Buya Hamka

Jumat, 10 Juni 2022 | 07:39 WIB

Manuver Partai Non KIB

Selasa, 7 Juni 2022 | 07:12 WIB

lndonesia Bersatu, Pas Berpeluang Pas Cocok

Senin, 6 Juni 2022 | 06:26 WIB

Aksi Massa Masa ke Masa, Pro Fahmi Idris

Kamis, 26 Mei 2022 | 07:34 WIB

Haji Jap A Siong

Jumat, 13 Mei 2022 | 07:54 WIB

Arya Ranamanggala ZION yang Syahbandar

Selasa, 10 Mei 2022 | 08:51 WIB

Syahbandar Sunda Kalapa Wa Item

Senin, 9 Mei 2022 | 08:19 WIB
X