lndonesia Bersatu, Pas Berpeluang Pas Cocok

- Senin, 6 Juni 2022 | 06:26 WIB
Foto atas iklan majalah bulan September 1960, tentang, salah satu promosi tabib Mengobati Datang Bulan Tidak Tjojok (Cabe)
Foto atas iklan majalah bulan September 1960, tentang, salah satu promosi tabib Mengobati Datang Bulan Tidak Tjojok (Cabe)

HALLO JAKARTA - Zaman itu tabib sedang sohor-sohornya. Di Sawah Besar ada tabib Fachrudin. Mengobati rupa-rupa penyakit. Tabib Fachrudin terkenal dengan promosinya:

Nafsu besar tenaga kurang. Ibarat bubuk makan kayu

Sepertinya ini promosi obat kuat.
Di Jatinegara Tabib Wahid Mawn. Juga mengobati rupa-rupa penyakit, tapi yang banyak diiklankan obat untuk gangguan saat wanita menapause (datang bulan). Gangguan ini disebut Datang Bulan Tidak Tjotjok/Cocok, lihat foto atas.

Koalisi tiga parpol, Golkar, PAN, PPP, yang dinamakan Koalisi Indonesia Bersatu justru pas datang peluang pas cocok. Peluang yang jelas bagi tiga parpol itu Pilpres 2024.

Dalam malam silaturahmi mereka 4/6/2022 hadir Ical dan Akbar, Golkar, Hatta Rajasa, PAN, Luhut Panjaitan yang tidak berafiliasi ke parpol-parpil KIB tapi interest untuk berhadir. Dan Ketua Umum Pro Jokowi.

Assumed away dugaan pemilu batal, Koalisi Indonesia Bersatu bisa mencapres karena total kursi sekitar 130 tembus threshold. Tapi siapa capres dan cawapres mereka?

Kalau koalisi untuk menggolkan atau hadang sesuatu, suara mereka minim. Di luar mereka di DPR ada sekitar 430 vote. Di MPR? Andainya DPD ikut mereka semua vote baru 130 + 134 = 264. Koalisi masih kalah. Dukung capres partai lain? Artinya koalisi berkoalisi, donk.

Koalisi Indonesia Bersatu serius karena mereka akan membuat ikatan tertulis. Tujuan keberadaan mereka baru dapat dilihat jernih setelah tanda tangan naskah koalisi. Perkiraan bisa saja, mungkin mereka siap kawal Jokowi. Kalau memang seperti itu, yang seperti ini tiap era transisi biasa saja. Transisi era Orla ke Orba ada Barisan Soekarno yang bersemboyan: pejah gesang 'nderek Bung Karno. Hidup mati bersama BK.

Saat-saat jelang kejatuhannya Pak Harto gagal bentuk Dewan Reformasi karena Nurcholish Madjid menolak jadi Ketumnya. Bisa saja KIB tidak seperti yang sudah-sudah.

Kecil kemungkinan partai-partai lain: PDIP,  Gerindra, PKS, PKB, Nasdem dan Demokrat membuat koalisi serupa. Keenam partai pun kendor dalam bercapres ria. Kenapa ya? Orang juga sudah banyak yang mendusin.
(Ridwan Saidi/Cabe)***

Halaman:

Editor: A Toha Almansur

Sumber: Catatan Babe

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Isa Anshori Masyumi dan DN Aidit PKI Semeja Makan, Lho?

Minggu, 25 September 2022 | 07:56 WIB

Club Motor Ismail Marzuki (Betawi Berprestasi I)

Jumat, 23 September 2022 | 06:06 WIB

Come September, Bulan Yang Dinanti

Senin, 19 September 2022 | 06:32 WIB

Mat B atau Ahmad Bey Sosok Jagoan dari Senen

Minggu, 14 Agustus 2022 | 06:50 WIB

Masnah, Sang Maestro Gambang Kromong

Kamis, 30 Juni 2022 | 06:50 WIB

Dunia Melayu Abdul Khalik Gang Kelingkit

Kamis, 16 Juni 2022 | 06:16 WIB

Masjid Kebayuran dan Buya Hamka

Jumat, 10 Juni 2022 | 07:39 WIB

Manuver Partai Non KIB

Selasa, 7 Juni 2022 | 07:12 WIB

lndonesia Bersatu, Pas Berpeluang Pas Cocok

Senin, 6 Juni 2022 | 06:26 WIB

Aksi Massa Masa ke Masa, Pro Fahmi Idris

Kamis, 26 Mei 2022 | 07:34 WIB

Haji Jap A Siong

Jumat, 13 Mei 2022 | 07:54 WIB

Arya Ranamanggala ZION yang Syahbandar

Selasa, 10 Mei 2022 | 08:51 WIB

Syahbandar Sunda Kalapa Wa Item

Senin, 9 Mei 2022 | 08:19 WIB
X