Manuver Partai Non KIB

- Selasa, 7 Juni 2022 | 07:12 WIB
Ilustrasi/situasi politik menjelang perubahan  (Cabe)
Ilustrasi/situasi politik menjelang perubahan (Cabe)

HALLO JAKARTA - Dari enam partai-partai non KIB, Koalisi Indonesia Bersatu: PDIP Grindra Nasdem Demokrat PKB dan PKS, PDIP yang tampak tenang. Ketua PDIP bergerak tanpa bola karena sepertinya paham bola akan bergulir kemana. Ketika bola di kaki Megawati pasti disepak ke arah gawang lawan dan bola masuk berikut kipernya.

Diamnya PKS dan PKB tak sama dengan diamnya PDIP, kedua partai Islam senyap saja, apa karena diam itu emas, atau belum tune in dengan perkembangan situasi. Ikhtiar? Tentu kedua partai itu ikhtiar, mungkin tak hendak banyak cakap khawatir dianggap riyaa. Syukurlah.

Ketua Nasdem banyak bergerak. Bertemu dengan Ketua Gerindra sudah. Prabowo Menhan, pada Idul Fitri 1443 H bertemu Presiden Jokowi. Juga bertemu dengan Ketua PDIP Megawati. Sepertinya Prabowo mau ambil kesimpulan ketika berkata, Capres harus berpengalaman, tak harus saya. Tampaknya pertemuan Ketua Nasdem dan Letjen Pur Prabowo Subianto penuh dengan content teka-teki.

Pada 5/6/2022 Ketua Nasdem ditemui Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Letjen Pur Susilo Bambang Yudhoyono. Dalam realese partai Demokrat dijelaskan sifat pertemuan yang tiga jam itu hanya kekeluargaan saja. Sepertinya teka teki juga yang didulang Ketua Nasdem. Justru dengan teka-teki itu Ketua Nasdem dapat ambil kesimpulan sendiri gerangan apa yang akan terjadi pada minggu-minggu di muka.

Apa sesungguhnya yang terjadi tetap tanda tanya karena pejabat pemerintah pun diam semua. Tahun 1965 dalam suasana tegang tak menentu Anwar Sanusi yang anggota CC PKI sempat berkata, ibu Pertiwi sedang hamil tua .
Kalau disimak kesibukan orang-orang non partai bercapres ria, sepertinya politik lancar-lancar saja. Tetapi rangkaian pernyataan Menko Mahfud MD soal politik, juga pernyataan Menkeu Mulyani soal krisis yang gawat di sektor finec, bukan hal sederhana. Kalau tidak ada berada tak 'kan tempua bersarang rendah.

Suasana prolog perubahan memang seperti sekarang ini. Sungguh tak mengenakkan bagi partai-partai, mereka laksana digoreng tak pakai minyak. Migor mahal lho, susah lagi . (Ridwan Saidi/Cabe).**

Editor: A Toha Almansur

Sumber: Catatan Babe

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Isa Anshori Masyumi dan DN Aidit PKI Semeja Makan, Lho?

Minggu, 25 September 2022 | 07:56 WIB

Club Motor Ismail Marzuki (Betawi Berprestasi I)

Jumat, 23 September 2022 | 06:06 WIB

Come September, Bulan Yang Dinanti

Senin, 19 September 2022 | 06:32 WIB

Mat B atau Ahmad Bey Sosok Jagoan dari Senen

Minggu, 14 Agustus 2022 | 06:50 WIB

Masnah, Sang Maestro Gambang Kromong

Kamis, 30 Juni 2022 | 06:50 WIB

Dunia Melayu Abdul Khalik Gang Kelingkit

Kamis, 16 Juni 2022 | 06:16 WIB

Masjid Kebayuran dan Buya Hamka

Jumat, 10 Juni 2022 | 07:39 WIB

Manuver Partai Non KIB

Selasa, 7 Juni 2022 | 07:12 WIB

lndonesia Bersatu, Pas Berpeluang Pas Cocok

Senin, 6 Juni 2022 | 06:26 WIB

Aksi Massa Masa ke Masa, Pro Fahmi Idris

Kamis, 26 Mei 2022 | 07:34 WIB

Haji Jap A Siong

Jumat, 13 Mei 2022 | 07:54 WIB

Arya Ranamanggala ZION yang Syahbandar

Selasa, 10 Mei 2022 | 08:51 WIB

Syahbandar Sunda Kalapa Wa Item

Senin, 9 Mei 2022 | 08:19 WIB
X