Sudin KPKP Jakarta Pusat Periksa Tempat Penampungan Hewan Kurban, Waspada Dini Terhadap Penyakit PMK

- Rabu, 22 Juni 2022 | 21:38 WIB
Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudin KPKP Jakarta Pusat sedang memeriksa sapi di tempat penampungan hewan kurban Bakul Qurban Manhalun, Kelurahan Gunung Sahari Utara, Kecamatan Sawah Besar. (Pemkot Jakarta Pusat)
Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudin KPKP Jakarta Pusat sedang memeriksa sapi di tempat penampungan hewan kurban Bakul Qurban Manhalun, Kelurahan Gunung Sahari Utara, Kecamatan Sawah Besar. (Pemkot Jakarta Pusat)

HALLO JAKARTA - IDUL Adha kian dekat, tempat penampungan hewan kurban mulai bermunculan di beberapa titik lokasi DKI Jakarta. Sebagai bentuk kewaspadaan dini terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Sudin KPKP) Kota Administrasi Jakarta Pusat pada Rabu (22/6) melakukan pemeriksaan ke tempat penampungan hewan kurban Bakul Qurban Manhalun, yang berlokasi di Kelurahan Gunung Sahari Utara, Kecamatan Sawah Besar.

Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudin KPKP Jakarta Pusat Herawati mengatakan, pemeriksaan ini untuk melakukan kewaspadaan dini terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

"Hasil pemeriksaan 12 ekor sapi dan 60 ekor kambing di sini sehat semua, serta sudah melalui izin pemasukan hewan ternak di Jak Evo" kata Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudin KPKP Jakarta Pusat, Herawati, dikutip dari situs resmi Pemkot Jakarta Pusat.

Lebih lanjut Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudin KPKP Jakarta Pusat, Herawati menjelaskan, penjualan hewan kurban harus sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan Pemprov DKI Jakarta, dalam hal ini pedagang harus melakukan pendaftaran izin pemasukan hewan ternaknya melalui Jak Evo.

"Penjual hewan kurban ada persyaratannya yang meliputi NIP, NPWP, surat pernyataan dari pejabat otoritar veteriner asal hewan ternak, untuk tempat penampungan atau penjualan harus sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Wali Kota ataupun memiliki surat dari kelurahan," jelas Herawati.

Untuk menghindari penyakit PMK, kata Herawati, akan dilakukan dengan terus menjaga lalu lintas hewan ternak yang masuk ke Jakarta.

"Hewan yang masuk ke Jakarta harus benar-benar sehat, surat-suratnya, pembeli harus mematuhi protokol kesehatan, dan biosekuritinya diterapkan," tambahnya.

"Kita akan terus melakukan monitoring ke pedagang dan pedagang hewan yang akan masuk ke Jakarta agar mematuhi persyaratan yang ada dan menyampaikan informasi ke tim Sudin KPKP yang ada di tiap kecamatan," kata Herawati menutup keterangannya.

Editor: Achmad Marzoeki

Sumber: Pemkot Jakarta Pusat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X