Siswa Madrasah Diniyah Tamaliyah Hidayatul Husna Kabupaten Lebak Belajar di Madrasah Minim Fasilitas

- Kamis, 11 Agustus 2022 | 15:11 WIB
Siswa Madrasah Diniyah Tamaliyah Hidayatul Husna saat di dalam kelas tanpa meja dan kursi di dalam bangunan yang hampir tak layak pakai. (Afian Dwi Prasetyo, Latifahtul Jannah)
Siswa Madrasah Diniyah Tamaliyah Hidayatul Husna saat di dalam kelas tanpa meja dan kursi di dalam bangunan yang hampir tak layak pakai. (Afian Dwi Prasetyo, Latifahtul Jannah)

HALLO JAKARTA - Permasalahan pendidikan di Indonesia memang tak ada hentinya, seperti masih banyak sekolah yang sarana dan prasarana yang memprihatinkan bahkan tak layak digunakan, seperti atap kelas yang bocor, jendela pecah, bangku dan meja rusak, dan lain sebagainya.

Seperti yang terjadi di Madrasah Diniyah Tamaliyah Hidayatul Husna. Madrasah ini terletak di Kampung Sumber Waras, Desa Mekarmanik, Kecamatan Bojongmanik, Kabupaten Lebak, Banten. Pendidikan setara Sekolah Dasar (SD) ini sudah 14 tahun berdiri dan saat ini memiliki fasilitas yang sudah tak layak lagi digunakan.

“Selama 14 tahun berdiri, belum ada renovasi, cuma satu atap saja yang sudah diganti, yang lainnya belum. Jadi wajar sudah tak layak,” ungkap Umyanah pengelola sekaligus guru di madrasah ini ketika ditemui tim redaksi Hallo Jakarta, Kamis (11/8/2022).

Ruang guru Madrasah Diniyah Tamaliyah Hidayatul Husna tidak bisa digunakan lagi. (Afian Dwi Prasetyo, Latifahtul Jannah)


Umyanah menjelaskan, lagi-lagi ekonomi menjadi permasalahan untuk mengelola madrasah ini, mulai dari bangunan hingga permasalahan kuantitas gurunya.

“Mencari guru tanpa digaji dan ikhlas mengajar tentu sangat teramat susah,” tambahnya.

“Dulu awalnya ada 17 orang guru sampai sekarang tinggal empat orang, karena kita tau, kita juga bukan orang yang mampu, sangat perlu kerja yang menghasilkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup, sedangkan guru di sini lillahi ta’ala, jadi ada yang memutuskan berhenti dan bekerja ke luar kota,” jelas Umyanah.

Sisa-sisa guru yang ada masih konsisten memperjuangkan madrasah.

Selain itu, Umyanah menjelaskan bahwa pihaknya sudah sering berkomunikasi dengan pemerintah desa untuk membantu menyediakan fasilitas sarana belajar, tetapi tidak pernah ditanggapi permintaan tersebut.

Halaman:

Editor: Afian Dwi Prasetiyo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jaringan Ulama Revolusi

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 06:38 WIB

Arsitektur Multikultural di Masjid Angke

Jumat, 5 Agustus 2022 | 08:12 WIB

Sejarah Halal Bihalal

Jumat, 8 April 2022 | 07:11 WIB

Stasiun Pasar Senen, Penampilannya Semakin Keren

Minggu, 13 Februari 2022 | 18:56 WIB

Anies Baswedan dan Anak-anak Papanggo

Minggu, 2 Januari 2022 | 20:12 WIB
X