Spirit Guru Mugeni dan Pelajar Kita dalam Perang Pelestina 1931

- Jumat, 12 Agustus 2022 | 07:15 WIB
Guru Mugeni (Cabe)
Guru Mugeni (Cabe)

HALLO JAKARTA - Guru Mugeni berdiam di Kuningan. Kuningan merujuk pada nama seorang ulama Betawi Tumenggung Imam Kuningan abad 17/18, bukan nama tempat di Jawa Barat.

Pada tahun 1930 Guru Mugeni hendak bangun masjid di Kampung Kuningan. Ditolak Belanda karena jaraknya terlalu dekat dengan Tegal Parang. Warung Buncit, dimana di situ sudah ada masjid. Guru Mugeni menolak alasan Belanda, dan tetap membangun masjid. Belanda akhirnya berhenti menghalangi dan masjid itu sampai sekarang masih ada.

Jago pola ulama itu ditunjukan dengan cara perlawanan terhadap kezaliman. Syekh Djunaid Al Batawi pada 1894 menolak kunjungan Snouck Hurgronje di kediamannya di Mekah. Guru Mansur pada 1946 menolak permintaan Belanda agar merah putih yang berkibar di menara masjid dekat rumahnya diturunkan. Syekh Amarullah, ayah Buya Hamka, menolak seikere di zaman Jepang dengan risiko beliau dibuang ke Sukabumi.

Mungkin tak paham sejarah, ada orang yang memuji Jampang yang disebutnya jago Betawi. Majalah Sin Po 1918 memuat laporan lengkap dihukum-matinya Jampang di depan kantor polisi Serpong. Kesalahan dia berbuat tak pantas dengan istri-istri orang. Suaminya marah dibacok bahkan ada yang dibunuh. Ada juga rampok kebagian dijago-jagokan padahal yang bersangkutan diakhiri kezalimannya dengan ditembak mati oleh Letnan Suhanda dari Siliwangi pada 1949, tatkala yang bersangkutan lagi asyik buang hajat di pinggir kali.

Ketika pada suatu hari di tahun 2000 di Jordania saya bertemu tokoh Intifada Dr Walid, saya bercerita pada beliau bahwa pelajar-pelajar Indonesia di Timur Tengah pada tahun 1931 ikut berperang di sisi Palestina melawan Israel. 4 tewas, tapi saya tak ingat semua nama-namanya. Spontan Dr Walid menyebut nama keempat mujahid itu.

Bagaimana anda begitu hafal, saya cuma ingat Ibrahim dan Sapulete. Aku merespon.
Diajarkan di sekolah, kata Dr Walid.
Aku tercenung, kok aku tak bersekolah di Palestina? (Ridwan Saidi/Catatan Babe).***

Editor: A Toha Almansur

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Isa Anshori Masyumi dan DN Aidit PKI Semeja Makan, Lho?

Minggu, 25 September 2022 | 07:56 WIB

Club Motor Ismail Marzuki (Betawi Berprestasi I)

Jumat, 23 September 2022 | 06:06 WIB

Come September, Bulan Yang Dinanti

Senin, 19 September 2022 | 06:32 WIB

Mat B atau Ahmad Bey Sosok Jagoan dari Senen

Minggu, 14 Agustus 2022 | 06:50 WIB

Masnah, Sang Maestro Gambang Kromong

Kamis, 30 Juni 2022 | 06:50 WIB

Dunia Melayu Abdul Khalik Gang Kelingkit

Kamis, 16 Juni 2022 | 06:16 WIB

Masjid Kebayuran dan Buya Hamka

Jumat, 10 Juni 2022 | 07:39 WIB

Manuver Partai Non KIB

Selasa, 7 Juni 2022 | 07:12 WIB

lndonesia Bersatu, Pas Berpeluang Pas Cocok

Senin, 6 Juni 2022 | 06:26 WIB

Aksi Massa Masa ke Masa, Pro Fahmi Idris

Kamis, 26 Mei 2022 | 07:34 WIB

Haji Jap A Siong

Jumat, 13 Mei 2022 | 07:54 WIB

Arya Ranamanggala ZION yang Syahbandar

Selasa, 10 Mei 2022 | 08:51 WIB

Syahbandar Sunda Kalapa Wa Item

Senin, 9 Mei 2022 | 08:19 WIB
X