Perubahan Iklim dan Sikap Manusia Timbulkan Bencana Hidrometeorologi

- Kamis, 29 September 2022 | 06:10 WIB
Pakar Hidrologi Yanto PhD dalam diskusi kerjasama PJMI dan Barnas tentang tren bencana hidrometeorologi akibat perubahan iklim dan ulah manusia di Kantor PJMI Jakarta Timur, Rabu 28 September 2022 (PJMI )
Pakar Hidrologi Yanto PhD dalam diskusi kerjasama PJMI dan Barnas tentang tren bencana hidrometeorologi akibat perubahan iklim dan ulah manusia di Kantor PJMI Jakarta Timur, Rabu 28 September 2022 (PJMI )

HALLO JAKARTA - Krisis perubahan iklim yang diperparah oleh sikap dan ulah manusia menyebabkan kecenderungan Bencana Hidrometeorologi.

Bencana Hidrometeorologi yang kini sering terjadi yakni banjir, banjir bandang dan tanah longsor. Tercatat 2.597 bencana selama tahun 2022.

Menghadapi tren Bencana Hidrometeorologi maka diperlukan penguatan upaya mitigasi perubahan iklim bersamaan dengan dengan presidensi G20.

Demikian beberapa kesimpulan penting disampaikan pakar Hidrologi Yanto, PhD dalam Diskusi Publik Dwi Mingguan Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI) dengan topik 'Kaitan Cuaca Ekstrem dan Bencana Hidrometeorologi' di PJMI, Jakarta Timur, Rabu 28 September 2022.

Diskusi Publik Dwi Mingguan ini merupakan merupakan kolaborasi Barisan Nusantara (BN) dengan Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI) dan sudah masuk edisi kedua dimoderatori oleh Sekjen PJMI, W. Suratman.

"Tren jumlah bencana (Hidrometeorologi) selalu naik setiap tahun mulai terjadi 1980 di mana awal terjadinya perubahan iklim," ujar Yanto.

Yanto juga menekankan, kebutuhan untuk melakukan upaya dan strategi pemerintah dalam penanganan perubahan iklim sangat mendesak karena bencana kekeringan dan banjir semakin berdampak pada kehidupan banyak orang, khususnya masyarakat Indonesia.

"Kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan iklim perlu ditingkatkan, selain tentunya dengan cepat melakukan pengurangan emisi karbon," tambah dia.

Selain itu, pentingnya menanamkan kesadaran pada masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana menjadikan masyarakat lebih siap dan tidak khawatir akan adanya ancaman bencana yang bisa datang kapan saja.

"Ketangguhan Bencana pada masyarakat diharapkan menjadikan masyarakat mengerti bagaimana menyikapi bencana hidrometeorologi yang sebenarnya," pungkas Yanto.

Halaman:

Editor: A Toha Almansur

Sumber: PJMI

Tags

Artikel Terkait

Terkini

UMP DKI 2023 Naik 5,6 Persen

Selasa, 29 November 2022 | 11:32 WIB

Sakit Pinggang, Penyebab dan Solusinya

Selasa, 29 November 2022 | 10:44 WIB
X